Bisnis Maritim Bersemi Saat Pandemi, Pendapatan IPCM Tembus Rp696,56 Miliar
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mengumumkan laporan keuangan auditan untuk tahun buku 2020. Di tengah kondisi pandemi COVID-19, perseroan berhasil mencatat kenaikan pendapatan usaha 2,18% year-on-year (yoy) menjadi Rp696,56 miliar pada 2020, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp681,68 miliar.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo / Dok. Kemenhub
(Istimewa)JAKARTA – PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mengumumkan laporan keuangan auditan untuk tahun buku 2020. Di tengah kondisi pandemi COVID-19, perseroan berhasil mencatat kenaikan pendapatan usaha 2,18% year-on-year (yoy) menjadi Rp696,56 miliar pada 2020, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp681,68 miliar.
Sementara itu, perseroan berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp80,23 miliar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pada tahun lalu. Angka ini turun sekitar 0,11% secara tahunan dari realisasi laba bersih 2019, Rp90,05 miliar.
Direktur Utama IPCM, Amri Yusuf mengatakan sejak kuartal pertama 2020, perseroan sudah merespons kondisi ekonomi global dengan melakukan pendekatan pasar baru dalam rangka perluasan pasar. Di samping itu, pihaknya juga tetap memberikan layanan terbaik bagi pasar yang telah dimiliki.
“Hasilnya kami berhasil mengerjakan beberapa pipeline baru di akhir tahun 2020. Perseroan juga telah menambah empat kapal tunda dengan daya 2×2200 HP guna mendukung perluasan pasar tersebut,” ujarnya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat 9 April 2021.
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
- Pemberdayaan Perempuan di Perusahaan Jepang Masih Alami Krisis Pada Tahun 2021
Ia menerangkan, mayoritas pendapatan perseroan sebesar Rp614 miliar diperoleh dari jasa pelayanan kapal atas penundaan kapal (towage). Perolehan ini setara dengan 88% dari total pendapatan IPCM sepanjang tahun lalu.
Kemudian, pendapatan lain juga diraih dari hasil pemanduan (pilotage) sebesar Rp25 miliar yang memberikan kontribusi 4% dari total pendapatan. Terakhir, berasal dari jasa pengelolaan kapal dengan nilai Rp56 miliar yang memberikan kontribusi 8%.
“Tahun 2020 menjadi awal penyesuaian bisnis usaha dalam menghadapi era new normal, di mana industri maritim termasuk cukup resilient menghadapi pandemi COVID-19,” tambahnya.
Pada 2020, lanjut Amri, IPCM berhasil memperoleh pasar baru, di antaranya Pelabuhan Patimban, Tersus Jawa Satu Power dan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak. Semua pasar baru ini diharapkan dapat memberikan tren positif untuk tahun 2021.
Sementara itu, pendapatan jasa kapal dari Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) pada 2020 melonjak hingga 39% menjadi Rp107 miliar dari tahun sebelumnya Rp77 miliar.
Pada Terminal Khusus (Tersus) naik 23% menjadi Rp88 miliar tahun 2020 dibandingkan Rp71 miliar di tahun sebelumnya. Di sisi lain, pendapatan pada Pelabuhan Umum turun 7% dari Rp475 miliar menjadi Rp443 miliar.
Pada tahun 2020, perseroan turut mencatat peningkatan total aset sebesar 10% menjadi Rp1,4 triliun dari Rp1,3 triliun pada tahun sebelumnya. IPCM juga dalam kondisi keuangan yang baik termasuk dalam hal likuditas. Hal ini terbukti dari rasio kas dan setara terhadap aset lancar mencapai 69,9%. (SKO)
