Adhi Karya Bidik Proyek Istana Negara dan Infrastruktur Ibu Kota Baru
Salah satu Badan Usaha Milik Negara Karya (BUMN Karya), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), tertarik dengan proyek pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.

Reza Pahlevi
Author


Pradesain Istana Negara di calon ibu kota baru di Kalimantan Timur / YouTube Presiden Joko Widodo
(Istimewa)JAKARTA – Salah satu Badan Usaha Milik Negara Karya (BUMN Karya), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), tertarik dengan proyek pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur.
“Memang yang santer kemarin yang sudah ada gambarnya keluar misalnya istana, ada kantor kepresidenan dan sebagainya. Ini informasi pada saatnya bidding nanti, mudah-mudahan memang bisa ikut terlibat harapannya,” ujar Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson dalam webinar “Mengukur Infrastruktur”, Rabu, 21 April 2021.
Entus mengatakan pihaknya juga mencoba menggarap proyek infrastruktur penunjang seperti jalan dan bendungan untuk air bersih.
“Ini mulai bendungan, ada peningkatan jalan, memang sudah dimulai kelihatan dibuka tendernya kita ikuti. Tentu kami akan ikut serta di proyek ibu kota negara,” tambah Entus.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Selain proyek infrastruktur, Adhi Karya juga akan menyasar proyek-proyek lain seperti pembangunan masjid, gedung, dan sarana prasarana ibu kota baru.
Entus menambahkan BUMN Karya tentu akan terlibat banyak dalam pembangunan ibu kota baru tersebut. Terlebih, letak ibu kota baru menggunakan cukup banyak lahan.
“Yang di awal-awal ini memang penanganan lahan itu luas sekali. Saya kira nanti akan banyak yang terlibat terutama karya-karya dan tentu kita juga nanti akan ikut di pekerjaan itu,” jelasnya.
Pada 25 Maret lalu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa mengatakan ibu kota baru akan mulai dibangun (groundbreaking) tahun ini.
“(Pembangunan) ditandai dengan peletakan batu pertama untuk istana presiden sebagai titik nol dari ibu kota negara yang baru itu,” ujar Suharso.
Suharso juga berharap pembangunan istana presiden dapat selesai pada 2024. Dengan begitu, Presiden Joko Widodo bisa melaksanakan Upacara 17 Agustus 2024 di ibu kota negara baru.
Untuk 2021, anggaran pemindahan ibu kota menggunakan dana sebesar Rp38,91 miliar. Anggaran ini masuk dalam program perencanaan pembangunan nasional sebesar Rp760,41 miliar. (RCS)
