Sukses Adaptasi Menuju Endemi, Bundamedik Catat Pendapatan Non-COVID Tertinggi Selama Kuartal I 2022
- Sukses menutup tahun 2021 dengan kinerja keuangan yang memuaskan, PT Bundamedik Tbk (BMHS) terus konsisten menunjukkan pencapaian membanggakan seiring pengemban

Panji Asmoro
Author


JAKARTA - Sukses menutup tahun 2021 dengan kinerja keuangan yang memuaskan, PT Bundamedik Tbk (BMHS) terus konsisten menunjukkan pencapaian membanggakan seiring pengembangan ekosistem kesehatan secara agresif selama transisi dari pandemi ke endemi. Di tengah penurunan signifikan pendapatan dari COVID, perusahaan pun mampu membukukan pendapatan non-COVID sebesar Rp 375 milyar selama kuartal 1 2022, yang merupakan angka pendapatan non-COVID tertinggi perusahaan dalam 2 tahun terakhir. Pendapatan non-COVID tersebut meningkat 12,6 persen dibandingkan kuartal 1 2021.
Pendapatan ini ditopang oleh dari pengembangan core business perusahaan secara signifikan, utamanya unit bisnis Morula IVF, market leader untuk layanan bayi tabung di Indonesia yang terus berekspansi secara nasional, serta Diagnos yang makin tumbuh pesat lewat kemampuannya mengembangkan jaringan pasar di layanan tes non-COVID lewat strategi kemitraan strategis. Direktur Utama BMHS Mesha Rizal Sini memaparkan, “Banyak penyesuaian strategi yang harus dilakukan penyedia layanan kesehatan selama pandemi. Namun, terlepas dari hal tersebut, kami selalu konsisten dengan strategi pengembangan core business non-COVID sehingga dalam kondisi apapun kita siap dengan fundamental bisnis yang kokoh.
Kini seiring dengan meredanya pandemi COVID-19, konsistensi tersebut pun menjadi bekal kesiapan kami dalam menghadapi dinamika lanskap industri. Pencapaian bisnis non-COVID di kuartal 1 tahun ini merupakan awal yang luar biasa bagi upaya kami untuk terus cepat beradaptasi memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat kedepannya, apalagi seiring dengan kesadaran terhadap kesehatan yang semakin meningkat, tercermin dari kenaikan signifikan pada angka tes non-COVID yang dilakukan masyarakat di ekosistem kami.
Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Fakhri Rezy
Editor
