Nasional & Internasional

Kinerja Moncer, Begini Cara Bank Mandiri Poles Layanan Luar Negeri

  • JAKARTA – Di tengah kontraksi kinerja konsolidasian, Kantor Luar Negeri PT Bank Mandiri (Persero) Tbk justru mencatatkan sebaliknya. Tahun lalu, KLN Bank...

JAKARTA – Di tengah kontraksi kinerja konsolidasian, Kantor Luar Negeri PT Bank Mandiri (Persero) Tbk justru mencatatkan sebaliknya.

Tahun lalu, KLN Bank Mandiri berhasil mencetak laba sebelum pajak sebesar US$111,2 juta atau Rp1,56 triliun (US$1: Rp14.098), tumbuh 19% year on year (yoy).

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan menyatakan kinerja tersebut berkat kualitas aset produktif melalui kredit yang selektif. Alhasil, Non Performing Loan (NPL) dapat diturunkan dari 1,42% pada 2015 menjadi 0,38% pada tahun lalu.

“Dalam rangka mendukung nasabah korporasi mengembangkan bisnis ke luar negeri, Bank Mandiri terus mengembangkan dan mengoptimalkan peran Kantor Luar Negeri (KLN),” kata Panji dalam keterangan resmi, Senin, 22 Februari 2021.

Ia menyatakan perseroan ingin memenuhi seluruh kebutuhan nasabah dalam mengembangkan bisnis ke luar negeri agar bisa mengakses pasar global yang lebih besar dan tumbuh lebih cepat.

Untuk itu, BMRI telah menetapkan fokus layanan kepada Indonesia-related Global Trading Companies, sindikasi global, serta supply chain Indonesia-linked customers.

Utamanya,  untuk nasabah yang memiliki bisnis di lokasi jaringan KLN Bank Mandiri. Dia melanjutkan, penguatan layanan juga disertai dengan pengembangan layanan digital Mandiri Cash Management di seluruh KLN.

Tak hanya nasabah korporasi, Bank Mandiri juga mengembangkan layanan khusus bagi nasabah individual kategori High Net Worth yang berdomisili atau bekerja di luar negeri.

Caranya adalah menawarkan layanan Wealth Management di Bank Mandiri Singapura dengan skema Pengelolaan Dana Nasabah Individual.

“Dalam rangka mendukung investasi dan pendanaan nasabah di luar negeri, saat ini kami memiliki dua perusahaan anak di Singapura yaitu Mandiri Securities Singapore dan Mandiri Investment Management Singapore,” sambungnya.

Di samping layanan terkait perdagangan global, KLN Bank Mandiri juga memiliki pangsa pasar layanan pengiriman uang atau remitansi. Khususnya remitansi yang dilakukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri ke kampung halaman.

Layanan remitansi bagi PMI menjadi salah satu fokus bisnis utama kantor luar negeri terutama yang berada di negara utama penempatan PMI seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong.

“Selain transaksi di kantor cabang, proses pengiriman uang ke Indonesia pun terus dipermudah antara lain melalui jaringan elektronik dan kerjasama dengan merchant retail lokal,” kata Panji.

Saat ini Bank Mandiri memiliki tujuh KLN, yakni di Singapura, Hongkong, Cayman Island, Shanghai, Timor-Leste, United Kingdom, dan Malaysia.