Jokowi: RI Dapat 290 Juta Vaksin Sampai Akhir 2021
- JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemerintah telah mendapatkan komitmen 20-30 juta vaksin pada akhir 2020 dan sekitar 290 juta vaksin...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemerintah telah mendapatkan komitmen 20-30 juta vaksin pada akhir 2020 dan sekitar 290 juta vaksin sampai akhir 2021.
Jokowi mengakui upaya percepatan pengujian dan pengadaan vaksin COVID-19 untuk jangka pendek ini pemerintah harus berlomba-loba dengan negara lain untuk mendapat akses vaksin secepat-cepatnya.
“Saya minta kepada para gubernur, pengendalian COVID-19 harus tetap menjadi fokus sampai seluruh rakyat kita vaksin semuanya,” kata Jokowi dalam konferensi persnya secara virtual, Selasa 1 September 2020.
- Facebook Luncurkan Fitur Belanja di Indonesia, Begini Cara Mengaksesnya
- Kementerian PUPR Sudah Belanjakan 48,03% Anggaran
- BRI Catat Pertumbuhan Kredit di Platform Ceria
- Sekarang Bayar Gojek Bisa Pakai Visa, Lho
- Tren e-Commerce Menanjak, Bisa Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi
Di sisi lain, pemerintah tengah mengembangkan vaksin strain indonesia yang dinamakan vaksin merah putih. Saat ini, vaksin merah putih masih dikerjakan konsorsium yang melibatkan lembaga biologi Eijkman, perguruan tinggi, dan sejumlah lembaga penelitian.
“Saat ini sedang dalam benih vaksin dan perkembangan 30-40% dan uji klinis awal tahan depan dan insyaallah siap produksi pertengahan 2021,” tambah dia.
Peran Pemda
Meksipun optmististis terhadap perkembangan vaksin, Jokowi menegaskan pemerintah daerah harus memainkan ‘gas dan rem’ pengendalian virus. Pasalnya, per 31 Agustus jumlah kasus positif di Indonesia tembus 175 ribu dari 2,2 juta tes yang telah dilakukan.
Seiring dengan bertambahnya kasus positif COVID-19, Indonesia juga mencatat kenaikan tingkat kesembuhan atau case recovery rate. Pada April 2020, tingkat kesembuhan berada di level 15%, sedangkan pada Agustus menjadi 72,1%.
Angka ini tercatat terus mengalami perbaikan, serta lebih tinggi dibanding rata-rata tingkat kesembuhan dunia di level 69%. Selain itu, kasus aktif atau masih dalam perawatan juga menurun dari 77% pada April menjadi 23,69% pada Agustus.
Persentase ini lebih baik dari rata-rata dunia yaitu sebesar 27%. Namun, case fatality rate di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kematian di dunia. Meskipun sudah terjadi penurunan dari 7,83% pada April menjadi 4,2% pada Agustus 2020.
Padahal, tingkat kematian di tingkat global rata-rata berkisar 3,6% saja. “Ini harus kita upayakan terus agar persentase kematian semakin lama semakin membaik. Kemudian, persentase kesembuhan pada Maret masih rendah sekali tapi di Agustus kesembuhan kita sudah 72,17% ini yang patut kita syukuri.”
