Israel Terus Gempur Gaza, Rumah Pimpinan Hamas Jadi Target
- Pasukan zionis Israel mengebom rumah pimpinan Hamas di Gaza pada Minggu pagi 16 Mei 2021 waktu setempat. Setidaknya empat warga Palestina tewas dalam...

Drean Muhyil Ihsan
Author


GAZA – Pasukan zionis Israel mengebom rumah pimpinan Hamas di Gaza pada Minggu pagi 16 Mei 2021 waktu setempat. Setidaknya empat warga Palestina meninggal dalam serangan udara Israel itu.
Reuters melaporkan, kelompok Islam Hamas pun langsung membalas serangan Israel dengan menembakkan serangan roket ke Tel Aviv. Akibatnya, sebanyak 10 warga sipil Israel terluka saat mencoba berlindung.
Sedikitnya 149 orang tewas di Gaza sejak kekerasan dimulai selama sepekan ini, termasuk 41 anak-anak. Sementara, Israel telah melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua orang anak-anak.
- Pemerintah Cek Penerapan Tes Acak Corona Bagi Pengendara Motor di Perbatasan Ibu Kota
- PT RNI Siap Produksi 100 Juta Jarum Suntik Hingga 2021
- Menhub Minta Penumpang Tes Antigen Mandiri
Utusan dari Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Mesir sedang bekerja untuk memulihkan ketegangan tetapi belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Minggu malam untuk membahas persoalan kedua pihak ini. Baik Israel dan Hamas sama-sama bersikeras akan melanjutkan serangan lintas perbatasan.
Hal itu diungkapkan sehari setelah Israel menghancurkan gedung 12 lantai di Kota Gaza yang pernah menjadi rumah bagi Associated Press AS dan Al Jazeera yang berbasis di Qatar.
Militer Israel mengatakan gedung al-Jala adalah target militer yang sah, berisi kantor militer Hamas, dan telah pihaknya mengaku telah memberikan peringatan kepada warga sipil untuk keluar dari gedung tersebut sebelum terjadinya serangan.
AP mengutuk serangan itu, dan meminta Israel untuk mengajukan bukti yang kuat terkait serangan. “Kami tidak memiliki indikasi Hamas berada di dalam gedung atau aktif di gedung tersebut,” kata kantor berita tersebut dalam sebuah pernyataan.
Pada serangan udara pagi ini, Israel menargetkan rumah Yehya Al-Sinwar, yang sejak 2017 mengepalai sayap politik dan militer Hamas di Gaza. Serangan udara lain menewaskan seorang ahli saraf Gaza dan melukai istri serta putrinya.
