Dunia

Ukraina Bersiap Menghadapi Teror Drone Musim Dingin

  • Serangan pesawat tak berawak Rusia, yang terutama menggunakan seri Shahed rancangan Iran telah meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir.
drone-shahed.jpg

KYIV-Saat musim dingin semakin dekat, Ukraina bersiap menghadapi serangan drone Rusia. Situasinya diyakni akan  lebih sengit dibandingkan serangan musim dingin 2022 lalu.

Serangan pesawat tak berawak Rusia, yang terutama menggunakan  seri Shahed rancangan Iran  telah meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir. 

Yuriy Ihnat, juru bicara Angkatan Udara Ukraina mengatakan  serangan drone bunuh diri Rusia diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi pada musim dingin ini 

Infrastruktur energi negara itu sekali lagi, diperkirakan menjadi sasaran utama serangan drone. Ini mengulangi taktik Rusia pada musim dingin laluyang menyebabkan jutaan warga Ukraina  tanpa listrik. Perbaikan infrastruktur energi masih berlangsung sampai sekarang. Dan  operator jaringan listrik telah memberlakukan pemadaman listrik secara berkala dan penjatahan air panas.

“Selama September 2023 saja lebih dari 500 drone diluncurkan terhadap Ukraina,” katanya dikutip War Zone Selasa 10 Oktober 2023 . 

Ini dalah rekor tertinggi. Sebagai perbandingan, Rusia menggunakan sekitar 1.000 drone Shahed selama periode enam bulan pada musim dingin lalu.

Ukraina bersiap menghadapi serangan baru dan telah menerima peralatan pertahanan udara tambnahan buatan Barat. Namun sejauh ini Kyiv  belum memiliki perangkat keras yang cukup untuk menjamin cakupan seluruh target energi potensial. 

Pada saat yang sama terdapat permintaan tinggi agar sistem pertahanan udara digunakan untuk melindungi pasukan Ukraina di garis depan. Terutama di timur dan selatan negara tersebut. Ini memberikan tekanan lebih lanjut pada senjata-senjata penting tersebut. 

Pesawat tempur F-16 yang dijanjikan oleh sekutu Ukraina masih belum tiba. Dan  jet yang saat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Ukraina tidak cocok untuk mencegat drone tingkat rendah dan terbang lambat. 

Pengarahan intelijen  Kementerian Pertahanan Inggris Senin 9 Oktober 2023 juga mencerminkan perang drone yang sedang berlangsung. Khususnya meningkatnya ketergantungan Rusia pada Iran dalam hal ini.

Kementerian Pertahanan Inggris mengklaim bahwa isolasi internasional telah memaksa Rusia untuk mengarahkan upaya kebijakan luar negerinya ke arah kemitraan yang sebelumnya kurang diinginkan. Ini  untuk mendapatkan dukungan diplomatik, ekonomi, dan militer. “ Rusia kini memproduksi drone rancangan Iran di bawah lisensi.”

Di bagian lain  saat Rusia terus melanjutkan perang drone melawan Ukraina, Kyiv tampaknya melanjutkan kampanyenya terhadap sasaran-sasaran di Krimea. Kampanye kompleks ini melibatkan berbagai macam senjata dan taktik, termasuk drone, rudal jarak jauh, kapal permukaan tak berawak, dan tim sabotase. Di antara senjata-senjata  yang digunakan  adalah rudal permukaan-ke-udara jarak jauh S-200. Senjata  era Perang Dingin yang oleh NATO disebut sebagai SA-5 Gammon.

Menurut laporan Rusia dua rudal tersebut yang dimodifikasi itu digunakan untuk menyerang sasaran darat statis. Mereka berhasil dicegat oleh pertahanan udara di Krimea pada akhir pekan.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengklaim bahwa sistem pertahanan udaranya mendeteksi dan menghancurkan dua S-200 Ukraina yang ditembakkan ke Krimea  pada hari Sabtu. 

Situasi Garis Depan

Di medan perang situasinya tidak banyak berubah. Masing-masing pihak mengklaim keberhasilannya sendiri-sendiri. Ukraina mengklaim berhasil menghalau serangan Rusia di Novoprokopivkain wilayah Zaporizhzhia di selatan negara itu. Dan  juga menyatakan bahwa pasukannya sebagian berhasil di dekat Verbove. 

Sementara  Rusia mengklaim  lima serangan terpisah oleh  Ukraina  berhasil digagalkan. Serangan Ukraina dikatakan telah berhasil dikalahkan di dekat Lyman dan Torske. 50 tentara Ukraina dikatakan meninggal dalam serangan tersebut. Klaim kedua belah pihak  belum diverifikasi secara independen.

Ukraina telah memecat komandan Pasukan Pertahanan Teritorialnya, Jenderal Ihor Tantsyura, karena alasan yang masih belum jelas. Dia kemudian diganti Mayjen Anatoliy Barhylevych.  Tansyura  menjabat sejak Mei 2022. Dida  memimpin Pasukan Pertahanan Teritorial karena mereka memainkan peran penting dalam memukul mundur invasi Rusia.

Sementara Barhylevych  sebelumnya menjabat sebagai kepala staf Angkatan Bersenjata Ukraina di bagian timur negara itu. Wilayah  yang  mengalami pertempuran terberat.