Siluman Su-57 Rusia Akhirnya Turun Gelanggang
- Namun serangan ini tidak terlalu berhasil. Rudal dilaporkan meleset dari sasarannya dan jatuh di sebuah lapangan.

Amirudin Zuhri
Author


MOSKOW- Angkatan Udara Rusia dilaporkan menggunakan jet tempur Su-57 terbaru mereka dalam operasi tempur baru-baru ini. Jet tempur menargetkan posisi lawan di Ukraina Timur.
Serangan itu disebut terjadi pada tanggal 18 Februari namun baru terungkap dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah media Rusia mengutip sumber militer melaporkan Rabu 28 Februari 2024, dikawal oleh dua jet Su-35, Su-57 melancarkan serangan rudal terhadap sasaran Ukraina. Sumber menyebutkan pesawat menggunakan rudal jelajah siluman Kh-69. Rudal yang dirancang khusus untuk Felon.
Beroperasi dari wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia, Su-57 memasuki wilayah udara Ukraina di bawah pengawalan dan meluncurkan rudal. Namun serangan ini tidak terlalu berhasil. Rudal dilaporkan meleset dari sasarannya dan jatuh di sebuah lapangan.
- BSI Target 2-3 Juta Nasabah Baru Tiap Tahun
- Perluas Manfaat KUR untuk UMKM, OJK Sumut Tekankan Optimalisasi Regulasi dan Perizinan
- Temukan Cadangan Migas Baru di Jawa Barat, Pertamina Lakukan Evaluasi Teknis
Jika laporan itu terkonfirmasi maka ini menjadi yang pertama jet tempur itu turun di gelanggang perang Ukraina. Perang ini telah genap berjalan 2 tahun pada 24 Februari 2024 lalu.
Su-57 Felon yang dikembangkan oleh Sukhoi, merupakan pesawat tempur siluman pertama Rusia. Pesawat generasi kelima ini dirancang untuk memiliki kemampuan tempur serbaguna melawan target darat, udara, dan maritim.
Penerbangan perdana pesawat terjadi pada bulan Januari 2010, dengan uji tempur berikutnya di Suriah pada tahun 2018. Sejauh ini Rusia memiliki kurang dari Su-57 dan pesawat secara resmi masih dalam tahap pengujian. Belum masuk operasional.
Meskipun rudal Kh-69 yang ditembakkan Su-57 gagal mencapai target yang diinginkan, laporan sebelumnya menunjukkan rudal ini telah digunakan sebelumnya. Termasuk dalam serangan udara pada 7 dan 8 Februari. Saat itu Kh-69 yang merupakan turunan dari Kh-59MK2, ditembakan dari beberapa pesawat tempur Rusia. Penggunaan Kh-69 terungkap dengan ditemukannya puing-puing rudal tersebut oleh pihak Ukraina
Ciri khas Kh-69 terletak pada badan rudal yang berbentuk persegi. Ini untuk meningkatkan kemampuan silumannya. Selain itu, versi modifikasi menunjukkan perubahan dalam jangkauan, kecepatan penerbangan, dan kapasitas muatan.
Kh-69 terutama dirancang untuk menargetkan instalasi yang diperkeras dengan jangkauan setidaknya 186 mil. Sebelum penerbangan, satu atau lebih target dapat diprogram ke dalam rudal. Dengan opsi untuk mengunggah koordinat tambahan ke dalam sistem panduannya saat pesawat peluncur mengudara.
Kh-69 mampu mengirimkan hulu ledak seberat 310kg. Rudal ini dapat diluncurkan dari cantelan eksternal pada pesawat seperti Su-30, Su-34, dan Su-35S. Sementara Su-57 membawanya dalam ruang senjata internalnya.
Intinya, Kh-69 menempati posisi yang mirip dengan rudal Storm Shadow Inggris, SCALP-EG Prancis, Taurus Jerman dan AGM-158 Amerika.
Ukraina Tembak Su-34
Di bagian lain Ukraina pada 27 Februari mengklaim kembali menembak jatuh sebuah SU-34 Rusia. Komandan Angkatan Udara Ukraina, Mykola Oleshchuk mengatakan pesawat itu ditembak jatuh di Front Timur.
“Satu lagi jet tempur Su-34 Rusia ditembak jatuh,” kata Oleshchuk melalui akun Telegramnya. Jika benar, maka ini menjadi Su-34 ketujuh yang ditembak selama Februari 2024 ini.
Sukhoi Su-34 Fullback berfungsi sebagai pembom tempur garis depan utama Rusia. Pesawat dirancang untuk melakukan serangan presisi terhadap sasaran darat. Baik menggunakan bom dipandu atau rudal jarak jauh. Setiap pesawat diperkirakan seharga sekitar US$36 juta. Ini menjadikannya sebagai salah satu pesawat militer paling mahal milik Rusia.
