Dunia

Prancis Lepas Jet Tempur Mirage 2000 Tercanggihnya untuk Ukraina

  •   Prancis masih mengoperasikan sekitar 30 Mirage 2000-5F. Mereka berbasis di Luxeuil di Prancis, dengan satu detasemen di Djibouti di Tanduk Afrika.
mirage 2000 ukraina.jpg

JAKARTA- Ukraina menerima jet tempur Mirage 2000 pertama yang dijanjikan oleh Prancis. Dan jet tempur yang diterima adalah  varian paling canggih yang dimiliki Prancis.

Konfirmasi pengiriman pesawat pertama disampaikan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Sébastien Lecornu. Melalui akun X-nya dia mengatkaan jet Mirage 2000 tiba dengan pilot Ukraina di dalamnya. 

“Dengan pilot Ukraina yang telah dilatih selama beberapa bulan di Prancis, mereka sekarang akan membantu mempertahankan langit di atas Ukraina,” tambah Lecornu.

Kementerian Pertahanan Ukraina juga mengkonfirmsai dengan mengunggah gambar Mirage 2000 lepas landas dengan corak Ukraina dan tulisan ‘Already in Ukraine.’

Mirage 2000 menjadi jet tempur barat kedua yang diterima Ukraina setelah F-16. Keuntungan utama menerbangkan jet tempur Barat adalah kemampuannya untuk berinteraksi dengan persenjataan NATO seperti rudal jelajah yang diluncurkan dari udara Scalp atau Storm Shadow, bom dipandu, serta rudal udara-ke-udara lama yang dimiliki banyak sekutu Ukraina. 

Belanda, Denmark, dan Norwegia tahun lalu telah mengirimkan F-16 ke Ukraina. Dan Belanda berencana untuk menyerahkan lagi pada tahun 2025.

Varian Tercanggih

Jet pertama diterima sekitar enam bulan setelah Presiden Prancis Macron telah mengumumkan rencana pengiriman pada bulan Juni. Saat itu Macron tidak memberikan rincian pada saat itu. Kini terungkap bahwa yang dikiriim adalah varian Mirage 2000-5F. Prancis berencana untuk mengirimkan total enam pesawat ini ke Ukraina.

Pengiriman pertama ke Ukraina akan berupa tiga pesawat. Mereka akan  dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara Mica buatan MBDA,  serta rudal jelajah Scalp serta bom dipandu AASM Hammer buatan Safran. Pesawat ini juga dilengkapi dengan dua kanon 30 mm serta sembilan cantelan senjata.

Sebelumnya sejumlah perkiraan muncul tentang jenis Mirage yang dikirim. Termasuk mengarah pada Mirage 2000C yang lebih tua. Jet yang terakhir dipensiunkan Prancis pada Juni 2022.

Juga ada spekulasi pesawat adalah pengembangan versi Mirage 2000-5 yang mungkin bersumber dari pesawat Yunani , Qatar, atau bahkan Taiwan.  Tetapi mengingat garis waktu, bisa disimpulkan bahwa pesawat tersebut diambil dari persediaan Prancis sendiri.  Prancis masih mengoperasikan sekitar 30 Mirage 2000-5F. Mereka berbasis di Luxeuil di Prancis, dengan satu detasemen di Djibouti di Tanduk Afrika.

Armada Mirage 2000-5F yang dioperasikan Prancis dikonversi dari Mirage 2000C yang ada. Tetapi muncul sebagai jet yang jauh lebih canggih. Meskipun hampir seluruhnya terbatas pada operasi udara-ke-udara, setidaknya dalam bentuk dasarnya.

Fitur utama Mirage 2000-5F mencakup radar mekanis Doppler  yang dikenal sebagai RDY. Radar yang memiliki kemampuan melihat dan menembak ke bawah. Radar tersebut dapat melacak hingga delapan target secara bersamaan dan juga memiliki beberapa fungsi udara-ke-darat. Radar baru tersebut dipadukan dengan kokpit yang telah dimodernisasi. Termasuk tiga layar warna multifungsi.

Dalam sistem pertahanan udara standarnya, Mirage 2000-5F terutama dipersenjatai dengan keluarga rudal udara-ke-udara jarak jauh MICA. Rudal ini  juga tersedia dalam bentuk peluncuran darat. Jenis rudal yang sejauh ini belum diberikan kepada Ukraina.

Dikutip dari Defense News, Mirage 2000 pertama kali terbang pada tahun 1978. Sementara versi pertahanan udaranya memasuki pasukan Prancis pada tahun 1984. Dassault Aviation mengatakan telah memproduksi 600 pesawat, dengan hampir setengahnya diekspor ke delapan negara. Mereka termasuk Brasil, Uni Emirat Arab, Yunani, dan Taiwan.

Jet tersebut memiliki massa tempur 9,5 ton dan berat lepas landas maksimum 17,5 ton. Sementara kecepatan maksimum lebih dari 2,2 Mach. Pesawat dapat tetap berada di stasiun selama 2 jam 40 menit pada jarak 280 km dari pangkalan keberangkatannya.

Prancis secara bertahap mengganti armada Mirage-nya dengan Rafale . Negara tersebut berencana untuk memensiunkan Mirage 2000-5 dari pasukannya pada tahun 2029. Sementara versi serangan darat yakni Mirage 2000 D akan disingkirkan pada tahun 2035.

Biaya operasi Mirage 2000 Prancis diperkirakan sekitar  17.000 Euro atau sekitar Rp287 juta per jam terbang (kurs Rp16.920). Hal tersebut menurut laporan senat Prancis pada bulan Oktober. Sementara laporan tahun 2022 oleh Kantor Akuntabilitas Pemerintah Amerika menemukan biaya operasi F-16 sebesar U$26.927 atau sekitar Rp438 juta per jam terbang pada tahun 2020 (kurs Rp16.280).

Secara terpisah, Lecornu mengatakan, parlemen memberikan persetujuan akhir untuk anggaran Prancis 2025 dengan pengeluaran untuk pertahanan meningkat menjadi 50,5 miliar Euro. Atau sekitar 854 triliun rupiahMeningkat 3,3 miliar Euro dari tahun lalu. Pengiriman utama untuk angkatan bersenjata tahun ini akan mencakup 14 jet Rafale, serta 308 kendaraan dalam program Scorpion. Selain itu sejumlah rudal pertahanan udara Aster.