Lukisan yang Dibeli di Sebuah Pasar Kaget ini Ternyata Mahakarya Seniman Renaisans
- Sebuah lukisan yang dibeli seharga US$30 atau setara dengan Rp431 ribu (asumsi kurs Rp14,384.50 per dolar AS) pada 2017 di sebuah pasar karget ternyata adalah karya seniman Renaisans asal Jerman dari abad 16.

Fadel Surur
Author

![Screenshot 2022-02-08 at 10-13-45 30-drawing-from-yard-sale-found-to-be-worth-more-than-10-million jpg (JPEG Image, 829 × 5[...].png](https://ik.trn.asia/uploads/2022/02/1644290041943.png?tr=w-1000,h-560)
LONDON - Sebuah lukisan yang dibeli seharga US$30 atau setara dengan Rp431 ribu (asumsi kurs Rp14,384.50 per dolar AS) pada 2017 di sebuah pasar karget ternyata adalah karya seniman Renaisans asal Jerman dari abad 16.
Karya seni itu kini bernilai lebih dari US$10 juta atau setara dengan Rp143 miliar setelah karya itu diketahui memiliki nilai yang tinggi, seperti dikutip TrenAsia.com dari UPI pada 8 Februari 2022.
Karya itu dibuat oleh Albrecht Dürer, seorang pelukis, pembuat grafis, dan ahli teori Renaisans Jerman.
- Kurs Dolar Hari Ini: Dampak Kenaikan Inflasi Global dan PPKM, Rupiah Kembali Melemah
- IHSG Tembus Rekor Lagi, Pagi Ini Ngebut ke 6.856
- IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Intip Menu Rekomendasi Saham Hari Ini
Dürer, yang meninggal pada tahun 1528, dianggap sebagai seniman Jerman terbesar pada masanya. Ia juga merupakan salah satu seniman dan intelektual terpenting dari masa Renaisans Eropa.
“Warisan Dürer telah dilestarikan dan dipelajari sejak kematiannya pada 1528, jadi penemuan karyanya yang belum diketahui sangat langka,” seperti dikutip dari siaran pers oleh galeri Agnews asal London, Inggris.
Karya itu ditemukan oleh Clifford Schorer, seorang kolektor seni dari Boston pada 2019, seperti dikutip dari CNN.
Pemilik toko yang sedang dikunjungi Clifford memintanya untuk memeriksa sebuah gambar yang dibeli oleh seseorang. Ia mengatakan bahwa karya yang dibeli pada 2017 itu kemungkinan adalah karya asli Dürer.
Clifford terkejut saat melihat gambar yang berjudul ‘The Virgin and Child’ itu memang merupakan karya Dürer.
“Saya pikir ini adalah pemalsuan terbesar yang pernah saya lihat atau sebuah mahakarya,” kata Clifford pada pemilik lukisan.
Ia menghabiskan tiga tahun keliling dunia untuk memverifikasi keaslian karya itu. Schorer mengatakan bahwa para ahli sepakat bahwa berdasarkan analisa teknis usia, karya itu berada pada periode yang tepat dan memiliki ciri khas karya Dürer.
“Ketika Anda berada di dunia saya, Anda menghabiskan hidup mencari hal-hal yang tidak diketahui dan mengarah pada penelitian menarik dan saat itu saya sadar berada pada awal sesuatu yang sangat menarik,” ujar Schorer pada CNN.

Laila Ramdhini
Editor
