Lelah dengan Kerasnya Hidup, Penduduk Haiti Gelar Ritual Voodoo untuk Hormati Leluhur
- Acara ini dianggap sebagai pelarian dari kerasnya kehidupan harian yang berisi kelangkaan minyak, kekerasan oleh geng, dan meningkatnya malnutrisi.

Fadel Surur
Author


PORT-AU-PRINCE – Penduduk Haiti mengadakan penghormatan kepada leluhur dalam peringatan Hari Raya Kematian Selasa 2 November 2021 dalam ritual Voodoo yang berwarna-warni. Acara ini dianggap sebagai pelarian dari kerasnya kehidupan harian yang berisi kelangkaan minyak, kekerasan oleh geng, dan meningkatnya malnutrisi.
Pengikut voodoo di negara di Karibia itu berkumpul di pemakaman, kebanyakan berdandan serba putih dan beberapa dengan wajah tertutup bedak putih. Mereka bernyanyi dan menari sebagai bagian dari ritual yang melibatkan komunikasi dengan roh leluhur.
“Jika ingin mengidentifikasi Voodoo, artinya adalah sarana yang dimiliki untuk membangun keharmonisan dengan segala sesuatu di keliling Anda, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat,” kata Carl-Henry Desmornes, pemimpin tertinggi perkumpulan tersebut, dalam sebuah wawancara.
- Indonesia Financial Group (IFG) Tempatkan Dana Jumbo Rp60 Triliun di Bank BUMN
- Tambah Modal Kerja, Wijaya Karya (WIKA) Dapat Pinjaman Rp1 Triliun dari BTN
- Biaya Pelayaran Hanya 20 Persen dari Ongkos Logistik Nasional
Lebih dari 11 juta penduduk Haiti dipercaya mempraktikkan voodoo, sebuah agama yang dibawa dari Afrika Barat oleh pria dan wanita yang diperbudak dan dijalankan secara sembunyi-sembunyi di bawah pemerintahan kolonial Prancis.
Ini terkait erat dengan usaha melawan perbudakan di Haiti, yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Prancis pada 1804 menyusul apa yang secara luas dianggap sebagai satu-satunya pemberontakan budak yang berhasil.
“Meskipun kesulitan karena adanya kekurangan bahan bakar, orang-orang tetap melakukan perjalanan ke pemakaman. Bahkan saat ini mobil saya kehabisan bahan bakar,” kata Valcin Antoine, seorang pendeta voodoo atau “ougan” yang dikenal sebagai “Toutou,” pemimpin upacara pada hari Senin di sebuah pemakaman di pinggiran Port-au-Prince di Petion-ville.
“Kami tidak takut ketika kami melakukan kegiatan ini, mereka melindungi kami,”
- Apa Masalah Utama Garuda Indonesia hingga Terancam Bangkrut? Bekas Komisaris, Peter F. Gontha Buka Suara
- Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Chairul Tanjung Berpotensi Merugi Rp19,7 Triliun
- Ini 3 Alasan Erick Thohir Pecat 4 Direktur dan 1 Komisaris MIND ID
Selama beberapa dekade, voodoo telah digambarkan oleh film-film Barat sebagai kultus ilmu hitam, tetapi pada 2003 secara resmi diakui sebagai agama saat pemerintahan Haiti dipimpin Presiden Jean-Bertrand Aristide.
Selama hampir dua minggu, Haiti mengalami kekurangan bahan bakar yang parah. Blokade geng mencegah truk-truk untuk sampai di terminal bahan bakar, memaksa beberapa bisnis untuk tutup. Bahkan beberapa rumah sakit memilih untuk membatasi layanan.
Gelombang penculikan geng, termasuk penculikan sekelompok misionaris Amerika dan Kanada bulan lalu, telah memicu kemarahan lokal dan mengakibatkan beberapa industry transportasi menyerukan pemogokan umum.

Amirudin Zuhri
Editor
