Harga Minyak Dunia Mulai Turun Meskipun Uni Eropa Setujui Pembatasan ke Rusia
- Harga minyak mentah dunia naik pada akhir perdagangan Rabu waktu Amerika Serikat atau Kamis pagi ini. Hal ini imbas keputusan para pemimpin Uni Eropa secara resmi menyetujui larangan impor minyak ke Rusia.

Debrinata Rizky
Author


JAKARTA-Harga minyak mentah dunia naik pada akhir perdagangan Rabu waktu Amerika Serikat atau Kamis pagi ini. Hal ini imbas keputusan para pemimpin Uni Eropa secara resmi menyetujui larangan impor minyak ke Rusia.
Melansir CNBC pada Kamis, 2 Juni 2022, harga minyak mentah berjangka Brent naik sebanyak 1,68% menjadi US$114,34 per barel. Sementara untuk harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,87% menjadi US$113,10 per barelnya.
Setelah sebelumnya sempat naik kembali dalam beberapa minggu karena terhambatnya pengiriman dari Rusia imbas sanksi yang diberlakukan Uni Eropa dan AS. Meskipun Uni Eropa memberikan sanksi, hanya India dan China yang masih membeli minyak dari Rusia.
- 10 Negara dengan PDB Terbesar di Dunia Sepanjang 2000 hingga 2050
- Warning dari World Bank: Dunia Diprediksi Bakal Hadapi Resesi
- Intip 5 Proyek Bendungan Jumbo yang Digarap Brantas Abipraya
Pada Senin lalu, para pemimpin Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk memotong 90% impor minyak dari Rusia pada akhir tahun ini. Hal ini merupakan sanksi berat yang diberikan mereka sejak Rusia menginvasi Ukraina.
Sekitar 36% impor minyak Uni Eropa berasal dari Rusia, negara yang memainkan peran besar di pasar minyak global. Lebih jauh, larangan ini dapat memperburuk kekhawatiran stok energi pada pasar global yang sudah ketat.
Namun, Arab Saudi siap untuk meningkatkan produksi minyak mentah jika produksi Rusia mulai turun secara signifikan.
Pada Rabu kemarin, komite teknis OPEC+ memangkas perkiraannya untuk surplus pasar minyak 2022 sekitar 500.000 barrel per hari menjadi 1,4 juta barrel per hari. Namun produksi minyak mentah AS naik pada Maret lebih dari 3 persen menjadi 11,65 juta barrel per hari, tertinggi sejak November 2021.
Delegasi OPEC khawatir dengan meningkatnya tekanan ekonomi di Rusia dan kemampuannya untuk memompa lebih banyak minyak mentah untuk mendinginkan harga yang melonjak.

Fakhri Rezy
Editor
