Dunia

Harga Emas Pernah Anjlok Saat Ekonomi AS Tumbuh Pesat: Apa Pelajaran yang Bisa Diambil?

  • Secara umum, harga emas cenderung berkorelasi negatif dengan kinerja ekonomi yang kuat. Ketika ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang pesat, beberapa faktor utama menyebabkan harga emas jatuh.
Ilustrasi emas.
Ilustrasi emas. (dailygalaxy)

JAKARTA — Harga emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang banyak diburu saat ketidakpastian ekonomi melanda. Namun, sejarah mencatat bahwa harga emas juga pernah mengalami penurunan tajam ketika ekonomi Amerika Serikat (AS)—ekonomi terbesar dunia—tumbuh dengan sangat kuat. 

Fenomena ini menjadi penting untuk dicermati, terutama saat AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump sempat mengambil langkah agresif demi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan proteksionisme dan tarif impor tinggi.

Mengapa Harga Emas Bisa Turun Saat Ekonomi Tumbuh?

Secara umum, harga emas cenderung berkorelasi negatif dengan kinerja ekonomi yang kuat. Ketika ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang pesat, beberapa faktor utama menyebabkan harga emas jatuh:

  1. Kenaikan Suku Bunga oleh The Fed
    Pertumbuhan ekonomi yang solid biasanya mendorong Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk menghindari overheating dan inflasi. Kenaikan suku bunga membuat aset-aset seperti obligasi menjadi lebih menarik dibanding emas, karena emas tidak menghasilkan bunga atau dividen.
  2. Penguatan Nilai Tukar Dolar AS
    Dolar AS cenderung menguat saat ekonomi tumbuh dan suku bunga naik. Karena emas dihargai dalam Dolar, penguatan mata uang ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri, yang dapat menekan permintaan dan harga emas.
  3. Minimnya Sentimen Risiko Global
    Dalam situasi ekonomi yang stabil, investor lebih memilih saham dan aset produktif lainnya daripada logam mulia. Ini membuat aliran dana beralih dari emas ke aset berisiko.

Tinjauan Historis: Ketika Harga Emas Anjlok di Tengah Ekonomi yang Membaik

Tahun 1980-an: The Volcker Shock dan Kemunduran Harga Emas

  • Setelah mencapai puncaknya pada US$850 per troy ounce di awal 1980, emas mengalami tren penurunan tajam selama dekade tersebut.
  • Paul Volcker, ketua The Fed saat itu, menaikkan suku bunga hingga lebih dari 15% untuk mengatasi inflasi tinggi.
  • Kebijakan ini berhasil menstabilkan ekonomi AS, menurunkan inflasi, dan mendorong pertumbuhan—tapi juga menjatuhkan harga emas hingga ke bawah US$400/oz.

2011–2013: Dari Puncak Ketidakpastian Menuju Pemulihan Ekonomi

  • Krisis keuangan global 2008 membuat emas menjadi primadona. Pada Agustus 2011, harga emas mencapai rekor baru di sekitar US$1.900/oz.
  • Namun, ketika ekonomi AS mulai bangkit dan The Fed mulai menyampaikan rencana pengurangan stimulus (tapering) pada 2013:
    • Investor beralih ke saham dan obligasi.
    • Harga emas anjlok ke kisaran US$1.200/oz pada akhir 2013, mencatat salah satu penurunan tahunan terbesar sejak 1981.
  • Baca Juga: Kian Diminati, Apa Itu Emas Digital?

Kebijakan Ekonomi Donald Trump dan Implikasinya terhadap Harga Emas

Trump dan Agenda ‘Make America Great Again

Donald Trump, yang menjabat sebagai Presiden AS dari 2017 hingga 2021, membawa pendekatan ekonomi yang agresif dan nasionalistik. Inti dari kebijakan ekonominya adalah:

  • Pemangkasan pajak besar-besaran untuk korporasi dan individu kaya (Tax Cuts and Jobs Act, 2017).
  • Peningkatan belanja infrastruktur dan militer.
  • Kebijakan tarif impor tinggi, terutama terhadap China dan Uni Eropa, sebagai bagian dari perang dagang.

Tarif Impor dan Pertumbuhan Ekonomi

Trump meyakini bahwa mengenakan tarif terhadap barang-barang impor akan mendorong produksi dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja. Dalam jangka pendek, kebijakan ini sempat mendorong pertumbuhan PDB AS dan menurunkan tingkat pengangguran.

Namun, efek jangka panjangnya masih menjadi perdebatan:

  • Banyak analis mencatat bahwa tarif justru meningkatkan harga barang konsumsi domestik.
  • Perusahaan AS yang tergantung pada rantai pasok global mulai terdampak.

Apa Dampaknya terhadap Harga Emas?

  • Ketika ekonomi AS tumbuh karena stimulus fiskal dan proteksionisme, harga emas sempat melemah karena sentimen risiko rendah dan kekuatan Dolar AS.
  • Tapi saat pasar mulai khawatir terhadap potensi perang dagang yang luas dan perlambatan global, emas kembali naik sebagai aset lindung nilai.

Sebagai contoh, di tahun 2018, meskipun ekonomi AS tumbuh 2,9%, harga emas sempat turun hingga US$1.176/oz di pertengahan tahun, sebelum bangkit lagi karena ketidakpastian geopolitik.

Kesimpulan: Emas, Ekonomi, dan Politik—Kisah Tiga Serangkai

Sejarah mencatat bahwa emas bukanlah aset yang selalu naik. Dalam fase pertumbuhan ekonomi yang solid—seperti yang pernah terjadi di era Volcker tahun 1980-an, atau saat AS pulih pasca-krisis keuangan global—harga emas justru bisa anjlok tajam.

Di era Donald Trump, kebijakan tarif dan proteksionisme sempat mendorong pertumbuhan ekonomi AS, tapi juga menciptakan ketidakpastian baru yang pada akhirnya tetap menjaga permintaan emas dalam jangka menengah.