F-16 Ukraina Masih Butuh Jalan Panjang dan Terjal
- Akan banyak tantangan yang dihadapi Ukraina untuk bisa bertempur dengan F-16

Amirudin Zuhri
Author


KYIV- Kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Belanda dan Denmark membuahkan panen besar. Kedua negara ini secara resmi memutuskan akan mengirimkan puluhan F-16 milik mereka ke Kyiv.
Zelensky mengatakan dia dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada Minggu 20 Agustus 2023 setuju bahwa 42 F-16 akan dipindahkan ke Ukraina. Sementara di Denmark juga mengumumkan mereka akan memberikan 19 F-16 ke Ukraina.
Rutte menyebut saat ini Belanda masih memiliki 42 unit F-16. Namun dari 42 pesawat mereka membutuhkan untuk membantu pelatihan di Denmark dan kemudian di Rumania. Dia menambahkan bahwa Belanda akan melihat apakah semua pesawat yang tersisa dapat dipasok. Tetapi menyatakan bahwa dia belum dapat memberikan jumlah yang pasti.
Namun Zelensky sudah secara jelas menulis bahwa Belanda akan memberikan 42 Fighting Falcon. Sejumlah pihak menduga angka 42 adalah gabungan F-16 dari Belanda dan Denmark. Tetapi juga ada yang meyakini secara total Kyiv akan menerima 61 jet tempur.
- Daftar Juara dan Runner-up Piala Dunia Wanita 1991-2023, Terbanyak Amerika Serikat
- Jumlah Investor Tembus 2,6 Juta, Reksa Dana Pasar Uang Paling Diminati
- Bos BCA Hibahkan 8 Juta Saham Senilai Rp74 M ke Anak
Menteri Pertahanan Denmark Jakob Ellemann-Jensen mengatakan dukungan negaranya untuk Ukraina tidak tergoyahkan. Dan dengan sumbangan pesawat F-16, Denmark sekarang memimpin pasokan senjata ke negara yang sedang berjuang melawan Rusia tersebut.
Baik Belanda maupun Denmark saat ini sedang dalam jalur untuk mengganti F-16 dengan F-35. Menurut angka dari Flight Global, Angkatan Udara Kerajaan Denmark saat ini mengoperasikan sekitar 43 F-16. Meski Denmark menerima F-35 pertamanya pada bulan April tahun ini, F-16 akan tetap menjadi pesawat utama negara tersebut untuk beberapa tahun ke depan.
Belanda di sisi lain telah membuat kemajuan yang lebih cepat dalam mengganti F-16 dengan F-35. Saat ini, sisa F-16 Angkatan Udara Belanda berada di satu pangkalan Volkel. Ada laporan armada telah berkurang menjadi hanya 24 pesawat.
Waktu Lama
Tetapi jangan membayangkan F-16 akan terbang di langit Ukraina dalam waktu dekat. Masih akan butuh waktu lama dan jalan terjal bagi pilot Kyiv untuk membawanya ke medan perang.
Hal ini juga diakui Rutte yang mengatakan pengiriman F-16 bukan sesuatu yang akan terjadi dalam waktu dekat. Bagaimanapun itu adalah komitmen jangka panjang dari Belanda. Bukan untuk bulan depan, itu tidak mungkin. Tetapi Rutte berharap segera sesudahnya.
Akan banyak tantangan yang dihadapi Ukraina untuk bisa bertempur dengan F-16. Ada laporan sebelumnya , ada beberapa tantangan untuk memastikan pilot Ukraina tidak hanya mampu menerbangkan pesawat tempur, tetapi juga mampu melakukannya dalam pertempuran dan dalam jumlah yang memadai.
Kekhawatiran tentang keterampilan bahasa pilot Ukraina dan berapa lama waktu yang dibutuhkan mereka untuk bertempur adalah pertanyaan besar.
Pakar pertempuran udara Royal United Service Insititute (RUSI) Justin Bronk di akun X (sebelumnya bernama Twitter) menyebut ada beberapa masalah yang akan dihadapi Ukraina. Menurutnya F-16 adalah pesawat kompleks dan kemungkinan besar yang akan dikirim sudah cukup tua. Bahkan pada kerangka waktu berisiko tinggi, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melatih pekerja harian atau pengelola tingkat master yang dapat mengawasi dan memastikan pesawat itu terbang dengan aman.
Ini berarti bahwa sama seperti pelanggan lainnya yang telah dibantu Amerika untuk menyiapkan armada F-16, Ukraina juga akan akan bergantung besar pada kontraktor sipil. Bahkan setelah berbulan-bulan pelatihan awal.
- Jakarta Kota dengan Polusi Terburuk, Mobil Listrik Jadi Solusi Strategis
- Dari Gucci Hingga Louis Vuitton, Inilah 3 Perusahaan Di Balik Kesuksesan Merek Mewah Dunia
- Baru Dapat Ijin OJK, BNI Ventures Catat Laba Bersih Rp1,9 Miliar
Masalah lain, menurut Bronk bahwa setiap pangkalan F-16 yang didirikan di Ukraina akan menjadi target prioritas serangan rudal balistik dan jelajah Rusia. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak peralatan pendukung darat dan kontraktor untuk mengaktifkan pangkalan yang tersebar. Dan mereka akan tetap menjadi target aktif.
Serangan terhadap pangkalan F-16 akan meningkatkan risiko politik kontraktor Barat terbunuh oleh serangan Rusia. Dan hal apa pun Pemerintah Amerika memiliki kebijakan tidak ada sepatu bot di Ukraina. Sehingga kemungkinan tidak ada dukungan kontraktor Amerika tanpa perubahan kebijakan besar di Washingotn.
Belanda dan Denmark juga membutuhkan pengelola F-16 mereka untuk dilatih menangani F-35 untuk mendukung armada mereka saat ini. Jadi, dari mana datangnya pengelola F-16 Ukraina yang dibutuhkan adalah pertanyaan kunci yang sejauh ini belum terjawab.
Pertanyaan kunci lainnya adalah bagaimana membiayai program ini dalam waktu dekat. F-16 memang murah menurut standar jet cepat Barat. Tetapi tetap masih sangat mahal.
Dan Bronks sepkat akan memakan waktu yang signifikan untuk melatih pilot Ukraina. Terutama untuk menjadi pemimpin formasi yang akan memimpin 4-8 F-16 untuk beroperasi secara efektif di dekat garis depan. Terlebih Rusia dikenal memiliki benteng udara yang sangat rapat.
Hal yang juga paling penting adalah senjata apa yang akan dibawa F-16 Ukraina. Ini akan sangat menentukan sejauh mana mereka bisa ikut menggambar medan perang.
Apapun itu ketika datang, F-16 akan mendongkrak kekuatan udara mereka yang telah sempoyongan. Banyak dari jet tempur tua mereka yang telah hancur selama perang. Keputusan Belanda dan Denmark untuk mengirimkan jet tempur juga menunjukkan keberanian untuk kembali melanggar garis merah Rusia.
