Dunia

6 Hari, Israel Jatuhkan 6000 Bom di Gaza

  • Ini adalah jumlah sangat besar.
Asap Membumbung Tinggi Menyusul Serangan Israel di Gaza
Asap Membumbung Tinggi Menyusul Serangan Israel di Gaza (Reuters/Mohammed Salem)

GAZA-Israel terus membombardir Gaza secara besar-besaran.  Mereka juga memperluas serangan dengan menyerang dua bandara di Suriah.

Angkatan Udara Israel (IAF) menyatakan hingga hari keenam mereka telah menjatuhkan sekitar 6.000 bom. Ini adalah jumlah sangat besar. Tidak hanya karena baru lima atau enam hari tetapi juga meningat Gaza adalah kota kecil yang padat.

Dengan angka tersebut berarti rata-rata dalam sehari Israel menembakkan 1.000 bom. Atau sekitar 41 bom setiap jamnya. Atau antara 1-2 bom setiap menitnya. Sebuah situasi yang jelas sangat mengerikan.

Angkatan Udara Israel juga memamerkan berbagai macam amunisi yang mereka miliki. Salah satunya Joint Direct Attack Munition (JDAM)  yang harganya sekitar US$21.000 per buah atau sekitar Rp330 juta (kurs Rp15.600). Juga ada  bom serba guna M117 seberat 750 pon yang jauh lebih tua. Sebuah desain yang berasal dari Perang Korea .

Israel mengatakan pada Kamis malam, mereka melakukan apa yang dikatakan sebagai gelombang serangan yang menargetkan pasukan elit Nukhba.  Sebuah unit dari Hamas . Mereka  menyerang pusat komando operasional yang digunakan oleh agen yang menyusup ke komunitas sekitar Gaza.

Pasukan elit Nukhba terdiri dari agen senior Hamas. Mereka  ditunjuk untuk melakukan serangan   seperti penyergapan, penggerebekan, penyerangan, dan infiltrasi melalui terowongan. Mereka juga menembakkan rudal anti-tank, roket, dan memiliki penembak jitu.

Pada hari keenam perangnya, Israel juga melancarkan serangan terhadap dua bandara di Suriah.  Keduanya adlaah bandara di Ibukota Suriah Damaskus dan kota utara Aleppo. Tidak jelas tingkat kerusakan akibat serangan. Laporan menyebutkan serangan  merusak landasan pacu dan membuat bandara tersebut tidak dapat digunakan. Kantor berita negara SANA melaporkan tidak ada yang terluka dalam serangan itu.

Meskipun Israel secara rutin melakukan serangan di wilayah Suriah, serangan ini adalah yang pertama sejak serangan hari Sabtu 7 Oktober 2023. Sebelumnya serangan Israel ke Suriah disebut  untuk mengganggu pengiriman senjata Iran.

Serangan bandara memaksa setidaknya dua pesawat Iran mendarat di tempat lain. Satu di antaranya pesawat yang membawa Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian.

Jumlah korban akibat perang juga terus bertambah. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan 1.417 warga meninggal dan 6.268 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel. Sedangkan militer Israel mengatakan lebih dari 1.200 warga Israel meninggal, dan lebih dari 3.000 lainnya terluka. 

Israel juga akan terus memblokir Gaza sampai sejumlah sandera yang disandera dikembalikan.  Menteri Energi  Israel Katz mengatakan tidak ada saklar listrik yang akan dinyalakan, tidak ada hidran air yang akan dibuka dan tidak ada truk bahan bakar yang akan masuk. “Sampai para korban penculikan Israel dikembalikan ke rumah mereka.” 

Sedangkan Hamas mengatakan mereka terus menembakkan sejumlah roket dan rudal ke sejumlah kota Israel. Kota-kota yang disasar  termasuk Ashdod, Ashkelon, Erez dan Sderot di Israel selatan. Selain itu juga Beit Shemesh sebelah barat Yerusalem.