31 Tahun Jejak Kemerdekaan hingga Perang Ukraina
- KYIV-Tahun ini Ukraina merayakan hari kemerdekaannya yang ke-31 dengan suasana yang sangat berbeda. Peringatan yang jatuh pada 24 Agustus 2022 tersebut be

Amirudin Zuhri
Author


KYIV-Tahun ini Ukraina merayakan hari kemerdekaannya yang ke-31 dengan suasana yang sangat berbeda. Peringatan yang jatuh pada 24 Agustus 2022 tersebut bertepatan dengan epat enam bulan serangan Rusia ke negara eks Soviet tersebut. Perang yang telah meluluhlantakan sebagian wilayah Ukraina, membuat ribuan orang meninggal dunia, dan jutaan orang mengungsi.
Peringatan dilakukakn di tengah kekhawatiran tinggi adanya serangan besar-besaran oleh Rusia. Pemerintah Amerika telah memperingatkan kemungkinan adanya serangan intensif Rusia bertetapan dengan momentum tersebut.
Meski keberadaan Ukraina sudah ada selama ratusan tahun, sebagai sebuah negara yang merdeka Ukraina masih cukup muda. Dan seperti banyak negara yang baru lahir, Ukraina masih terombang-ambing sebagai upaya untuk menemukan jalurnya yang mantap.
- Misteri Lubang Hitam Terkuak , Ada Suara Mirip Monster
- Hati-Hati, Penipuan Incar Nasabah BRI Berkedok Perubahan Pelayanan
- Menggemakan Ayat Suci di Bumi Pacitan
Selama kurun waktu itu Ukraina menghadapi sejumlah guncangan politik dan ekonomi. Semua ini menjadikan negara yang dijuluki sebagai keranjang roti dunia tersebut muncul dan tenggelam.
Secara singkat kita akan mengenal jejak sejarah politiknya sejak Ukraina memenangkan kemerdekaan dari Uni Soviet yang didominasi Rusia pada tahun 1991.
1991
Pemimpin republik Soviet Ukraina, Leonid Kravchuk mendeklarasikan kemerdekaan dari Moskow. Hasil referendum dan pemilihan presiden menunjukkan rakyat Ukraina sangat mendukung kemerdekaan dan memilih presiden Kravchuk.
1994
Kravchuk digantikan oleh Leonid Kuchma dan Ukraina juga setuju untuk melepaskan persenjataan nuklirnya yang diwarisi dari masa Soviet. Imbalan yang didapat dari Ukraina adalah jaminan keamanan.
2004
Kandidat pro-Rusia Viktor Yanukovich dinyatakan sebagai presiden. Tetapi tuduhan kecurangan suara memicu protes yang dikenal sebagai Revolusi Oranye. Ini memaksa pemilihan ulang dan seorang mantan perdana menteri pro-Barat, Viktor Yuschenko, kemudian terpilih sebagai presiden.
2005
Viktor Yanukovich mengambil alih kekuasaan dengan janji untuk memimpin Ukraina keluar dari orbit Kremlin serta menuju NATO dan Uni Eropa.
2013
Pemerintah Yanukovich menangguhkan pembicaraan perdagangan dan asosiasi dengan Uni Eropa pada November dan memilih untuk menghidupkan kembali hubungan ekonomi dengan Moskow. Langkah ini memicu demonstrasi besar selama berbulan-bulan di Kyiv. Putin menuduh Barat menghasut dan mendukung protes.
2014
Protes yang sebagian besar terfokus di sekitar Lapangan Maidan Kyiv berubah menjadi kekerasan dan puluhan pengunjuk rasa tewas. Pada bulan Februari parlemen memberikan suara untuk mencopot Yanukovich yang melarikan diri.
Dalam beberapa hari orang-orang bersenjata merebut parlemen di Krimea dan mengibarkan bendera Rusia. Moskow merebut wilayah itu setelah referendum 16 Maret yang menunjukkan dukungan luar biasa di Krimea untuk bergabung dengan Rusia.
April 2014
Separatis pro-Rusia di wilayah Donbas timur Ukraina mendeklarasikan kemerdekaan. Pertempuran pecah dan berlanjut secara sporadis hingga 2022 meskipun sering terjadi gencatan senjata.
Juli 2014
Sebuah rudal menjatuhkan pesawat penumpang MH17 di atas Ukraina timur dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Peristiwa ini menewaskan semua 298 orang di dalamnya. Penyelidik melacak kembali senjata yang digunakan ke Rusia. Namun Rusia menyangkal keterlibatannya.
2017
Presiden Petro Poroshenko, seorang miliarder pro-Barat yang berkuasa sejak Mei 2014, meraih perjanjian asosiasi dengan UE tentang perdagangan bebas barang dan jasa. Ukraina juga mendapatkan hak untuk perjalanan bebas visa ke UE.
2019
Mantan comedian Volodymyr Zelenskyy mengalahkan Poroshenko dalam pemilihan presiden April dengan janji untuk mengatasi korupsi endemik dan mengakhiri perang di Ukraina timur.
2021
Pada Januari Zelenskyy mengajukan permintan kepada Presiden Amerika Joe Biden untuk mengizinkan Ukraina bergabung dengan NATO.
2022
Vladimir Putin menandatangani perjanjian untuk mengakui wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur sebagai wilayah merdeka.
24 Februari 2022
Pasukan Rusia menyerbu negara itu dan perang masih berlangsung hingga saat ini.
