Gokil! Laba Bersih Harum Energy Meroket Hingga 2.044 Persen
- Emiten pertambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$17,61 juta...

Drean Muhyil Ihsan
Author
JAKARTA – Emiten pertambangan PT Harum Energy Tbk (HRUM) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$17,61 juta atau setara Rp251,61 miliar (asumsi kurs Rp14.285 per dolar Amerika Serikat) pada kuartal I-2021. Nilai ini meroket hingga 2.044% dari realisasi laba periode tahun 2020 sebesar US$821.375 atau Rp11,73 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), 10 Mei 2021, total pendapatan perseroan malah turun sekitar 6,72% dari US$61,19 juta hingga 31 Desember 2020, menjadi US$57,08 juta pada triwulan pertama tahun ini.
Namun, pendapatan lain-lain perseroan terbang 9.804% dari US$93.603 pada akhir 2020 menjadi US$9,27 juta. HRUM juga tercatat menerima sejumlah dividen sebesar US1,56 juta pada kuartal pertama tahun ini. Di mana, selama periode tahun lalu tidak terdapat pos penerimaan dividen.
- Anak BUMN Adhi Commuter Properti Rilis Obligasi Rp500 Miliar
- Perusahaan Karoseri Harapan Duta Pertiwi Bakal IPO, Bidik Dana Segar Rp100,5 Miliar
- Kinerja MNC Milik Konglomerat Harry Tanoe Selama 2020 Merosot, Tapi Bidik Pertumbuhan Dobel Digit 2021
Sejumlah beban HRUM turut mengalami kenaikan, kecuali beban lainnya yang susut signifikan secara tahunan dari US$5 juta menjadi hanya US$113.043 pada tiga bulan pertama 2021. Hal ini membuat beban pokok pendapatan dan beban langsung turun 30,31% yoy.
Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan pada triwulan I-2021 sebesar US$118,78 juta atau melesat 170,54% dibandingkan dengan periode 2020, sebesar US$43,91 juta. Utang bank HRUM naik US$67,8 juta atau tembus 100% dari posisi per 31 Desember 2020.
Sedangkan, utang usaha kepada pihak ketiga meroket 181,8% menjadi US$12,9 juta pada akhir Maret 2021 yang terutama disebabkan oleh kenaikan biaya pengerukan pada awal tahun ini sejalan dengan peningkatan volume pengerukan.
Adapun jumlah ekuitas HRUM naik menjadi US$476,48 juta pada 31 Maret 2021 dibandingkan dengan akhir Desember 2020 dengan nilai US$454,80 juta. Dengan demikian, keseluruhan aset perseroan berhasil terkerek 19,36% menjadi US$595,26 juta pada Q1-2021. (LRD)
