Tren Istilah: Ketahui Apa Itu Layoff yang Sering Diperbincangkan di Media Sosial
- Inilah arti dari istilah layoff yang sering diperbincangkan di media sosial.

Justina Nur Landhiani
Author


JAKARTA - Bagi Anda yang sering berselancar atau menelusuri media sosial seperti Twitter atau Instagram mungkin tidak asing lagi mendengar istilah layoff. Biasanya, istilah layoff diucapkan atau ditulis ketika menyinggung soal dunia kerja.
Seperti yang dilansir dari laman Investopedia, layoff artinya adalah PHK yang berarti pemutusan hubungan kerja sementara atau permanen oleh pemberi kerja karena alasan yang tidak terkait dengan kinerja karyawan.
- Pesta Demokrasi dan Adopsi Teknologi 5G Ungkit Sektor Infrastruktur Telekomunikasi RI
- Tak Direstui BPKP, KCI Diminta Retrofit KRL Ketimbang Impor Dari Jepang
- Tahun Terakhir Pemerintahan Jokowi, Ini Postur APBN 2024 Yang Defisit 2 Persenan PDB
Bisa jadi, karyawan diberhentikan atau terkena layoff ketika perusahaan ingin memangkas biaya karena permintaan produk atau layanan dari perusahaan sedang menurun, penutupan musiman, atau selama penurunan ekonomi.
Ketika diberhentikan, maka karyawan akan kehilangan semua gaji dan tunjangan dari perusahaan. Akan tetapi, karyawan juga memenuhi syarat untuk mendapatkan asuransi atau kompensasi pengangguran.
Sebetulnya, tidak hanya para pekerja yang terkena layoff saja yang mendapat dampaknya. Pekerja yang di-PHK memang menanggung beban PHK, kehilangan upah dan tunjangan. Namun, pekerja yang tidak terkena layoff bisa jadi juga terganggu proses bekerjanya, meningkatkan kecemasan dan ketidakamanan mereka sekaligus menurunkan produktivitas.
- Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark, Simak Panduan Lengkapnya
- Sering Dianggap Menyebalkan, Perilaku Ini Rupanya Menandakan Anak Cerdas
- Lagi Viral di Twitter, Ini Cara Bikin Foto Profesional Headshot dengan AI
Tidak hanya itu, PHK atau layoff besar-besaran juga dapat menimbulkan dampak negatif pada ekonomi di daerah tempat tinggal pekerja yang terkena PHK atau layoff dan menurunkan permintaan barang dan jasa.

Yosi Winosa
Editor
