Gaya Hidup

Bukannya Bersemangat, Ini Alasan Mengapa Kita Merasa Lelah Setelah Buka Puasa

  • Ternyata inilah alasan mengapa tubuh kita merasa lelah setelah buka puasa.
Bukannya Bersemangat, Ini Alasan Mengapa Kita Merasa Lelah Setelah Buka Puasa
Bukannya Bersemangat, Ini Alasan Mengapa Kita Merasa Lelah Setelah Buka Puasa (Freepik.com/wavebreakmedia_micro)

JAKARTA - Ketika bulan Ramadan, umat muslim di berbagai belahan dunia ikut melaksanakan ibadah puasa selama seharian penuh. Hal ini mungkin membuat tubuh jadi mudah lelah dan lesu.

Biasanya, banyak orang yang beranggapan setelah buka puasa maka badan kita justru bersemangat. Namun, tidak jarang banyak orang yang justru merasa lelah dan lesu meski sudah buka puasa. 

Bahkan, seolah-olah tubuh hanya ingin istirahat dan tidur. Lalu apakah hal ini aneh? Ini penjelasannya.

Alasan Mengapa Kita Merasa Lelah Setelah Buka Puasa

Alasan Mengapa Kita Merasa Lelah Setelah Buka Puasa

Seperti yang dilansir dari laman The Daily Star, istilah medis untuk kondisi tubuh yang lelah setelah buka puasa ini disebut sebagai somnolen postprandial atau yang lebih dikenal sebagai food coma. Namun, perlu dicatat bahwa food coma ini tidak berbahaya bagi tubuh tapi dapat mengganggu dan memengaruhi produktivitas Anda.

Untuk memahami bagaimana food coma bisa terjadi, pertama Anda harus tahu bahwa tubuh memiliki sistem di mana banyak proses atau reaksi kimia yang saling berhubungan dan terus terjadi untuk menjaga agar sistem tetap berjalan.

Ketika kita makan secara berlebihan ketika buka puasa, maka hal itu akan memicu reaksi berantai yang mengarah ke food coma.

Meski begitu, karena saat ini bukti ilmiah masih terbatas untuk rasa kantuk usai makan tersebut, masih tidak ada jawaban yang jelas juga bagaimana hal ini bisa terjadi. Kondisi ini juga dapat bervariasi dari orang ke orang dan tergantung pada keadaan yang berbeda.

Ada beberapa teori yang mungkin dapat menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Salah satu teori tersebut menunjukkan bahwa saat makan, aktivitas sistem saraf parasimpatis (PNS) tubuh meningkat, dan aktivitas sistem saraf simpatik (SNS) menurun. Pergeseran aktivitas sehari-hari ini menyebabkan seseorang berada dalam keadaan kurang energi dan cenderung ingin untuk beristirahat. Semakin besar makanannya, semakin besar shiftnya. Teori ini menjelaskan mengapa kita merasa lebih lelah setelah makan lebih banyak.

Ada teori lain berdasarkan jenis makanan yang kita konsumsi. Ketika makanan dengan indeks glikemik tinggi dikonsumsi, karbohidrat dalam makanan lebih mudah dicerna dibandingkan dengan makanan indeks glikemik rendah. Oleh karena itu, lebih banyak glukosa tersedia untuk diserap tubuh.

Untuk menyerap kadar glukosa yang lebih tinggi, kadar insulin jadi meningkat. Kondisi ini dapat meningkatkan asupan sejenis protein yang disebut tryptophan oleh otak. Di otak, triptofan diubah menjadi serotonin yang kemudian diubah menjadi melatonin. Peningkatan kadar serotonin dan melatonin otak menyebabkan kantuk.

Teori lain adalah karena meningkatnya beban kerja pada sistem pencernaan (karena makanan berat saat buka puasa), menyebabkan adanya lebih banyak aliran darah yang diarahkan ke sistem pencernaan. Ini sebaliknya justru menyebabkan penurunan aliran darah ke otak kita yang dapat menimbulkan kelelahan.

Meski begitu, masih belum ada cara pasti untuk mengatasi food coma. Namun, melakukan hal-hal kecil seperti berjalan-jalan setelah berbuka puasa, makan dalam porsi kecil atau makan lebih sedikit, dan menghindari karbohidrat atau makanan tinggi protein dapat membantu Anda mengatasi food coma sampai batas tertentu sekaligus mencegah Anda jadi terlalu lelah saat setelah buka puasa.