Gaya Hidup

Ahli Sebut 4 Cara Mengurangi Productivity Guilt

  • JAKARTA - Productivity guilt adalah pola pikir atau perasaan malu bisa juga kecewa yang terkait dengan keyakinan bahwa Anda belum cukup berprestasi atau bekerja
Photo by Ketut Subiyanto: https://www.pexels.com/photo/stressed-black-male-entrepreneur-working-on-laptop-in-park-4560092/
Photo by Ketut Subiyanto: https://www.pexels.com/photo/stressed-black-male-entrepreneur-working-on-laptop-in-park-4560092/ (Pexels/Ketut Subiyanto)

JAKARTA - Productivity guilt adalah pola pikir atau perasaan malu bisa juga kecewa yang terkait dengan keyakinan bahwa Anda belum cukup berprestasi atau bekerja cukup keras.

Productivity guilt seringkali merupakan hasil dari harapan yang tidak realistis untuk diri sendiri atau perusahaan Anda. Harapan ini mungkin datang dari orang lain, dari Anda, atau dari perbandingan yang Anda lakukan.

Productivity guilt bisa berubah menjadi jenis produktivitas yang beracun di mana Anda akan mengisi setiap menit waktu Anda dengan aktivitas kerja dengan mengorbankan kesehatan fisik dan mental Anda.

Perasaan bersalah, malu, cemas, dan kecewa yang muncul akibat productivity guilt bisa menambah stres dan menghalangi kemampuan alami tubuh Anda untuk rileks. Stres kronis dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan gejala seperti ketidakmampuan berkonsentrasi, masalah tidur, nyeri fisik, kecemasan, dan depresi.

Mark Travers Ph.D, seorang psikolog Amerika menulis untuk Psychology Today mengenai 4 cara mengurangi productivity guilt:

1. Tetapkan harapan yang realistis untuk hari itu

Langkah pertama untuk mengelola productivity guilt adalah dengan mengatur dan memecah tugas Anda sesuai urutan prioritas.  Untuk membantu memprioritaskan, Travers menyarankan Anda untuk bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:

- Apa tugas yang utama yang harus diselesaikan hari ini?
- Apa saja tugas yang dapat dialihkan ke besok?
- Alternatifnya, tanyakan pada diri Anda apakah ada tugas yang dapat dikerjakan selama seminggu dan dapat ditetapkan sebagai tujuan mingguan atau bulanan.

Menetapkan tujuan mingguan dapat mengurangi tekanan produktivitas yang berhubungan dengan kecemasan berlebihan, gangguan tidur, stres, dan bahkan depresi.  Penting untuk diketahui bahwa energi, fokus, dan rentang perhatian kita tidak terbatas.  Istirahat yang cukup sangat penting untuk memastikan efisiensi dan kesehatan Anda.

Menurut penelitian, mengambil istirahat sejenak dari meja kerja Anda memiliki dampak positif yang signifikan terhadap produktivitas.

2. Cobalah “eksperimen perilaku”

Menurut Travers, eksperimen perilaku adalah praktik di mana seseorang berencana untuk mencoba hal baru, membuat kesalahan, dan melakukan sesuatu dengan tidak sempurna.

Meskipun hal ini dapat membuat Anda cemas (terutama jika Anda pada dasarnya perfeksionis), ketika orang-orang benar-benar terlibat dalam eksperimen ini, mereka sering kali terkejut saat mengetahui bahwa semuanya tidak seburuk yang mereka kira dan akan tetap baik-baik saja.

3. Pahami perbedaan antara sibuk dan produktif

Ada perbedaan antara kesibukan dan produktivitas.  Kesibukan adalah ketika hari kita dipenuhi dengan tugas. Sedangkan produktivitas adalah ketika kita melakukan sesuatu yang membantu kita bergerak lebih dekat ke tujuan kita.

Kesibukan biasanya membuat seseorang melakukan lebih dari satu tugas atau disebut juga multitasking. Multitasking dapat mengurangi produktivitas kita karena menyebabkan kelelahan dan pengulangan pekerjaan yang pada akhirnya memperlambat kemajuan kita.

4. Rayakan kemenangan dan prestasi kecil.

Ingatlah bahwa tidak setiap hari akan menjadi hari paling produktif Anda.  Terkadang, mengambil cuti satu, dua hari atau pergi berlibur selama seminggu dapat meningkatkan produktivitas Anda dalam jangka panjang.

Rayakan semua pencapaian dalam proses Anda, tidak peduli seberapa kecil kelihatannya.

Nah berikut tadi adalah artikel mengenai 4 cara mengurangi productivity guilt. Semoga bermanfaat!

 

Tags: