Nasional & Internasional

Gandeng Polisi dan TNI, Stok Darah PMI Sumbar Melonjak Drastis

  • PADANG: Stok darah di Palang Merah Indonesia Padang kini melonjak drastis hingga mencapai 80% dari total kebutuhan rata-rata sekitar 275 kantong darah...
Anov

Anov

Author

PADANG: Stok darah di Palang Merah Indonesia Padang kini melonjak drastis hingga mencapai 80% dari total kebutuhan rata-rata sekitar 275 kantong darah setiap harinya. Peningkatan stok darah ini terjadi setelah Lembaga tersebut menggandeng Polda dan Korem 032 Wirabaja Padang dalam programdonor darah masal.

“Kami ingin mengucapkan rasa terimakasih kepada temen-temen di Polda dan Korem. Donor darah dengan melibatkan mereka ini membantu persediaan kita yang tadinya hanya sekitar 40% dari kondisi biasanya,” kata Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar kepada TrenAsia.com, Minggu, 14 Juni 2020.

Selain itu, mantan Bupati Agam ini menghimbau agar masyarakat tidak takut dalam mendonorkan darahnya melalui PMI. Pihaknya, lanjut Aristo, dalam proses donor daerah menjalankan protokol Kesehatan yang ketat.

Masyarakat yang selama ini rutin melakukan donor darah dipersilakan datang dengan mengikuti “social distancing” dalam mengantisipasi kerumunan warga dan mencegah penyebaran COVID-19.

Namun demikian, dirinya maklum, dengan kondisi masyarakat yang masih takut dan khawatir dengan penyebaran virus tersebut saat donor darah melalui PMI. “Kita harapkan wabah ini semoga segera berlalu. Dan yang pasti kita harus menjalani pola kehidupan yang baru, kehidupan new normal dengan segala protocol kesehatan yang harus kita taati,” ungkap dia.

Kepada media sebelumnya Aristo mengatakan dalam menjaring pendonor darah, pihaknya juga melakukan program jemput bola menggunakan mobil PMI keliling.

Dalam hal pencegahan PMI juga turut serta dalam membantu pemerintah melakukan sosialisasi, terutama dalam hal edukasi, penggunaan masker dan mencuci tangan.

Test Swab Gratis

Sementara itu, dalam memutus mata rantai wabah COVID-19 di daerah, Pemprov Sumbar memberikan layanan test swab gratis bagi pengunjung yang mendarat di Bandara Internasional Padang.

Proses pelaksanaan test itu dimulai saat penumpang turun dari pesawat di Bandara Internasional Minangkabau. Penumpang diwajibkan mengisi data diri yang menerangkan daerah asal, kemudian menuliskan kota tujuan.

Hal ini dilakukan agar memudahkan dalam memantau setiap pendatang yang menginjakkan kakinya di provinsi yang dikenal memiliki banyak destinasi wisata di daerah tengah Pulau Sumatra itu.

Kemudian diarahkan untuk mengisi kartu kewaspadan kesehatan dari Kementrian Kesehatan secara online melalui www.inahac.kemkes.go.id situs atau melalui aplikasi yang tersedia dalam aplikasi android yang telah tersedia di playstore.  Selanjutnya melanjukna pemeriksaan dan menjalani wawancara dengan petugas pengawas dari Pemrov Sumbar.

Setelah itu, penumpang diarahkan ke ruang pemeriksaan swab di pintu keluar kedatangan bandara.

“Mereka yang datang ke Padang ini akan kita pantau. Kalau positif nanti kita kabari untuk dilakukan langkah selanjutnya dalam program mencegah agar tidak terjadi penyebaran wabah COVID-19,” kata salah satu perawat yang melakukan test tersebut yang berseragam alat pelindung diri, Senin, 15 Juni 2020.

Saat TrenAsia.com menjalani pemeriksaan test swab gratis yang diberikan untuk setiap penumpang yang datang ke Sumatra Barat tersebut, perawat tersebut terlihat mengganti sarung tangan karet yang dipergunakan saat memberikan layanan serupa kepada pendatang sebelumnya.