Rilis Aplikasi Easy, Jasindo Targetkan 50.000 Unduhan di Awal Peluncuran
- PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) merilis aplikasi bernama Easy yang dapat diunduh di Play Store maupun App Store

Ananda Astri Dianka
Author


PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo menggandeng e-commerce Blibli, untuk memasarkan asuransi kendaraan bermotor dan asuransi properti. / Perseroan
(Istimewa)JAKARTA – PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) merilis aplikasi bernama Easy yang dapat diunduh di Play Store maupun App Store.
Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo, Diwe Novara menargetkan mendapat 50.000 unduhan di awal peluncurannya. Perusahaan asuransi pelat merah yang menjadi bagian dari Indonesia Finance Group (IFG) ini juga berharap, Easy akan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan dengan terus berupaya memberikan inovasi berbasis digital.
“Easy merupakan aktualisasi Asuransi Jasindo dalam memberikan pelayanan yang prima bagi para customer ataupun masyarakat luas, aplikasi easy memiliki begitu banyak fitur unggulan terutama fitur-fitur yang berbasis layanan produk asuransi,” kata Diwe dalam keterangan resmi, Senin 27 September 2021.
Melalui aplikasi Easy, pengguna dapat membeli langsung produk asuransi yang dibutuhkan. Seperti asuransi perjalanan, asuransi micro, asuransi rumah dan masih banyak lainnya tanpa harus datang ke Branch Office atau Satellite Branch Office Asuransi Jasindo.
- Sentuh Lebih Banyak Nasabah, Bank Mandiri Maksimalkan Peran Agen dan Digital Banking
- Susul LG, Perusahaan China Chengxin-Tsinghan Investasi Pabrik Baterai Listrik Rp5 Triliun
- Industri Panel Surya Dalam Negeri Ditargetkan Capai 90% di 2025
Dengan kata lain, semua proses penutupan asuransi akan dilakukan secara digital lewat aplikasi Easy. Selain itu, pembelian produk asuransi perjalanan yang dibeli melalui aplikasi Easy dapat digunakan sebagai salah satu dokumen pendukung pengajuan pembuatan Visa Schengen.
“Diharapkan dengan adanya aplikasi Easy ini, dapat memberikan manfaat lebih dalam pelayanan asuransi berbasis digital di Indonesia, dukungan dan peran serta dari regulator dan stakeholder sangat dibutuhkan untuk dapat menunjang inovasi,” terang dia.
Dalam laporan berjudul Digital 2021: The Latest Insights Into The State of Digital mengungkap bahwa pengguna internet di Indonesia tumbuh sebanyak 27 juta atau naik sebesar 15,5% dari tahun sebelumnya menjadi 202,6 juta. Kegiatan ber-internet ini didominasi oleh Generasi Y dan Z dengan rentan usia 25 tahun sampai 35 tahun.
Dengan adanya pandemi COVID-19 ini berdampak juga kepada durasi pengguna layanan internet berbasis smartphone. Di mana pada kuartal II-2020 tingkat penggunaan smartphone rata-rata sebanyak 5,3 jam per hari, angka tersebut naik sebesar 30% dari 2019.
Fenomena ini bukanlah hal yang baru, banyak pihak sudah memprediksi bahwa kebutuhan manusia terhadap internet akan terus meningkat, hal tersebut menjadi pisau bermata dua untuk beberapa industri.
“Jika tantangan tersebut tidak dapat dihadapi dengan baik maka dapat dipastikan pihak-pihak yang tidak siap akan tantangan tersebut akan keluar dari persaingan usaha yang mereka jalankan.”

Amirudin Zuhri
Editor
