Mau Diambil Alih OJK, Bursa Kripto Kembali Ditargetkan Meluncur Tahun Ini
- Gaung peluncuran bursa kripto sejatinya sudah terdengar sejak 2021 namun ada kesulitan dalam upaya pendirian bursa kripto

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA – Sejalan dengan proses transisi peralihan kewenangan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bursa kripto dikabarkan akan meluncur tahun ini.
Cointelegraph memberitakan, pemerintah akan meluncurkan bursa kripto sebelum OJK resmi mengambilalih pengawasan dari Bapppebti. Plt Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan, bursa kripto harus dibentuk tahun ini sebagai bagian dari reformasi keuangan lewat pengesahan Undang-Undang Pembinaan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) pada 15 Desember 2022.
“Faktanya, aset kripto sudah menjadi instrumen investasi dan keuangan. Maka harus dikenakan regulasi yang sama seperti instrumen keuangan dan investasi lainnya,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dilansir Kamis 5 Desember 2022.
- Begini Cara Mengetahui Akun Instagram Anda Telah Di-mute Seseorang
- Update Harga BBM di Seluruh SPBU dari Pertamina hingga Shell per Januari 2023
- Pertamina Minta Maaf Soal Pertalite Tercampur Air di Karawang
- Bullet Journal, untuk Hidup Lebih Bermakna
Berdasarkan data Bappebti, total pelanggan terdaftar aset kripto naik dari 11,2 juta pada 2021 menjadi 16,55 juta pada 2022. Tetapi, nilai transaksi aset kripto pada 2022 kian merosot hingga 50%.
Sepanjang Januari hingga November 2022, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp296,66 triliun. Angka tersebut turun dari Rp859,4 triliun pada 2021.
Proyek Terus Molor
Gaung peluncuran bursa kripto sejatinya sudah terdengar sejak 2021. Didid mengakui, ada kesulitan dalam upaya pendirian bursa kripto. Salah satunya tidak adanya negara yang bisa dijadikan percontohan atau benchmarking.
"Sampai catatan ini kami buat, kami belum berhasil membangun bursa aset kripto, kliring berjangka untuk aset kripto, maupun kustodian untuk aset kripto," ujar Didid dalam acara Outlook Bappebti 2023 di Jakarta, Rabu, 4 Januari 2023.
Didid pun mengungkapkan tidak adanya bursa kripto hingga saat berita ini ditulis adalah ketidakberhasilan Bappebti.
Ia juga menjelaskan, pihaknya ingin memastikan ekosistem bursa kripto bisa berjalan dengan baik. Sehingga Bappebti terus berupaya untuk memastikan semua hal yang terkait dengan bursa, kustodian, dan kliring dapat memenuhi kriteria yang baik.
"Masalahnya, kami kesulitan dalam menemukan benchmarking-nya, negara yang sudah memiliki bursa kripto yang baik yang kira-kira sesuai dengan Indonesia," tutur Didid.
