Fintech

Lewat #RaihIkhlas, OVO Ajak Pengguna Untuk Investasi Saat Ramadan

  • Dalam memfasilitasi pelanggannya mengatur keuangan selama Ramadan, OVO menggelar #RaihIkhlas

<p>Dompet digital OVO. / Facebook @OVOIDN</p>

Dompet digital OVO. / Facebook @OVOIDN

(Istimewa)

JAKARTA – Dalam memfasilitasi pelanggannya mengatur keuangan selama Ramadan, OVO menggelar #RaihIkhlas. Program itu mempunyai fitur yang disiapkan seperti proteksi, donasi, dan OVO Invest.

Lewat program tersebut, OVO mengkampanyekan layanan solusi pembayaran, investasi, asuransi digital hingga donasi.

OVO juga menggelar promosi, salah satunya tambahan tabungan reksa dana Rp100.000 dan cashback hingga Rp50.000 dalam bentuk OVO Points selama 25 April 2021 hingga 8 Mei 2021.

#Raih iklas dikampanyekan OVO untuk mempermudah menyimpan uang selama Ramadan.

Pasalnya, berdasarkan survei OVO Market Research, 6 dari 10 orang di Indonesia kesulitan mengelola keuangan selama Ramadan.

Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit mengatakan, survei dilakukan kepada sekitar 500 pengguna di beberapa provinsi.

“Hasil riset menunjukkan, orang sulit mengatur keuangan selama ramadan karena beriringan dengan pandemi,” kata dia saat konferensi pers virtual, Selasa 13 April 2021.

Pandemi COVID-19 menekan finansial masyarakat. Berdasarkan riset, 52% orang akan menarik dana darurat untuk kebutuhan Ramadan.

Selain itu, ramadan membuat 40% responden melenceng jauh dari rencana awal terkait keuangan.

“Mereka juga berencana menarik dana dari investasi untuk keperluan Ramadan,” kata Harumi.

Pada riset itu juga terlihat, sebanyak 50% dari responden berencana memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada saudara atau keluarga meski ada pandemi.

Sedangkan 43% lainnya menyebut akan menghabiskan uang THR. Hanya 4 dari 10 yang menyimpan THR untuk keperluan jangka panjang.

Sementara itu, Certified Financial Planner Lolita Setyawati mengatakan investasi selama ramadan penting, terutama yang berasal dari THR.

“Harus investasi sedini mungkin. Lebih cepat investasi maka hasilnya lebih besar di masa depan,” ujar Lolita.

Namun, persentase investasi THR disesuaikan dengan kebutuhan.

“Misalnya, keluarkan dulu THR untuk kebutuhan atau membayar utang. Tapi ada porsi yang diinvestasikan,” katanya. (RCS)