Fintech

Di Tengah Kekhawatiran Krisis Perbankan, Korelasi Kripto Bitcoin dan Emas Semakin Nyata

  • Menurut tim riset Tokocrypto, krisis perbankan telah membuat para investor untuk berkecenderungan menaruh dana di Bitcoin ketimbang emas karena adanya pengembalian keuntungan yang lebih tinggi.
bitcoin-dollar.jpg
Ilustrasi aset kripto. (Freepik/fabrikasimf)

JAKARTA - Korelasi antara aset kripto Bitcoin (BTC) dan emas semakin nyata dan terus meningkat sejak bulan Maret lalu di tengah kekhawatiran krisis perbankan di Amerika Serikat (AS).

Menurut tim riset Tokocrypto, krisis perbankan telah membuat para investor untuk berkecenderungan menaruh dana di Bitcoin ketimbang emas karena adanya pengembalian keuntungan yang lebih tinggi.

Bitcoin dan emas pun tampak tengah berusaha untuk menetapkan diri sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global.

"Seiring berlanjutnya ketidakpastian pasar, hubungan antara Bitcoin dan emas semakin erat, mencapai titik tertinggi dalam dua tahun terakhir. Keterkaitan ini menunjukkan bahwa investor semakin melihat kedua aset ini sebagai safe haven di tengah gejolak ekonomi," tulis tim riset Tokocrypto dalam risetnya dikutip Jumat, 28 April 2023.

Data terbaru dari TradingView memperlihatkan keterkaitan antara Bitcoin dan emas yang semakin kuat dengan level korelasi 0,5 pada skala -1 hingga 1.

Korelasi di level 1 menunjukkan bahwa kedua aset bergerak beriringan dengan sempurna sementara korelasi -1 mengindikasikan pergerakan yang berlawanan.

Dengan level korelasi yang mendekati angka 1, Bitcoin dan emas pun semakin bergerak beriringan dan korelasi 0,5 ini sendiri merupakan yang tertinggi sejak 2021.

Korelasi ini menguat karena para pendukung Bitcoin berpendapat bahwa sifat desentralisasi dan pasokan terbatas dari aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini membuatnya memiliki sifat perlindungan nilai yang ideal terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.

Keterkaitan yang semakin menguat ini mengindikasikan bahwa lebih banyak investor yang mulai melihat Bitcoin sebagai alternatif untuk aset safe haven tradisional seperti emas.

"Meskipun keterkaitan semakin meningkat, penting untuk dicatat bahwa Bitcoin tetap menjadi aset yang lebih fluktuatif dibandingkan emas. Sebagai akibatnya, aset ini mungkin bukan pilihan yang ideal untuk investor konversatif yang mencari stabilitas," ujar tim riset Tokocrypto.

Menurut pantauan Coin Market Cap, Jumat, 28 April 2023 pukul 10.30 WIB, Bitcoin terpantau tengah mengalami penguatan 1,44% dalam 24 jam terakhir.

Pada pantauan tersebut, Bitcoin menempati posisi harga US$29.369 atau setara dengan Rp434,66 juta dalam asumsi kurs Rp14.800 per-dolar AS.