Finansial

LAR Perbankan Pulih Seiring dengan Melambatnya Pertumbuhan Kredit

  • Seiring dengan melambatnya pertumbuhan penyaluran kredit sepanjang perjalanan 2023, tingkat loan at risk (LAR) perbankan pun turut memulih.
KV_ATM_LINK_2.png
Ilustrasi ATM Link untuk Bank BUMN atau Himbara. (BNI)

JAKARTA - Seiring dengan melambatnya pertumbuhan penyaluran kredit sepanjang perjalanan 2023, tingkat loan at risk (LAR) perbankan pun turut memulih.

Per-Juni 2023, kredit perbankan tumbuh 7,76% secara year-on-year (yoy), yang mana capaian tersebut mengindikasikan pertumbuhan paling rendah dalam 15 bulan terakhir.

Pada bulan sebelumnya, Mei 2023, pertumbuhan penyaluran kredit masih bisa tercatat di level 9,5% yoy, lebih baik dari 8,08% yoy pada bulan sebelumnya.  Sementara itu, pada Juni tahun lalu, penyaluran kredit perbankan masih bisa tumbuh hingga 10,66% yoy.

Sementara pertumbuhan kredit melambat, LAR perbankan pun turut mengalami pemulihan menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut data OJK, pada semester I-2023, LAR perbankan tercatat di level 13,17%, menurun dari 16,97% yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan untuk industri perbankan secara keseluruhan itu terjadi seiring dengan menyusutnya LAR dari bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pada semester I-2023, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat LAR di level 15,1%, turun drastis dari 20,8% yang tercatat pada tahun sebelumnya.

Dikutip dari keterangan resmi, BRI menargetkan LAR perseroan bisa disusutkan hingga ke single digit pada akhir tahun depan atau tahun 2025.

Kemudian, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat LAR di posisi 10,3%, turun lebih tajam lagi dari 17,2% yang dibukukan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyatakan bahwa perseroan menargetkan kualitas kredit akan terus membaik hingga penghujung tahun ini seiring dengan membaiknya perekonomian nasional.

"Akan tetapi, kami akan terus waspada terhadap potensi kenaikan risiko, baik dari dalam maupun luar negeri," kata Ahmad dalam paparan publik kinerja semester I-2023 beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat LAR di level 16,1%, membaik dari 19,6% yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa pihaknya optimis akan ada ekspansi kredit yang lebih tinggi di semester kedua tahun ini.

"Kami optimis ekspansi kredit yang lebih tinggi di semester kedua tahun ini dan akan tetap berkorelasi positif pada kualitas kredit yang semakin baik," ujar Novita dikutip dari keterangan resmi, Selasa, 12 September 2023.

Terakhir, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat LAR di level 17% pada paruh pertama 2023, membaik dari 21% pada periode yang sama tahun sebelumny.a

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha memacu penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian.

"Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan prinsip kehati-hatian," ujar Nixon dikutip dari keterangan resmi, Selasa, 12 September 2023.