Erick Ingin Holding BUMN Pangan, Ini Kata Kementan
- JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menilai rencana konsolidasi holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan akan memajukan serta memperkuat sektor...

Drean Muhyil Ihsan
Author
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menilai rencana konsolidasi holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan akan memajukan serta memperkuat sektor peternakan dalam negeri.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa menyatakan dukungan BUMN di bidang peternakan sangat diperlukan. Salah satunya dalam program pembibitan sapi yang masih sulit dikembangkan, terutama bagi peternakan rakyat.
- Saksikan Gerhana Bulan Penumbra Terakhir Kali di Tahun Ini pada 30 November
- Waduh.. Diego Maradona Ternyata Jadi Agama dan Disembah oleh 200.000 Orang!
- Pemprov Jabar Usul Libur Cuti Bersama Akhir 2020 Dikurangi
- 3 Skenario Ibadah Haji 2021 dari Kementerian Agama, Batal Lagi?
- Kisah Cinta Antara Dua Gua yang Terpisah 65 Mil pada 90.000 Tahun Lalu
Alasannya, investasi yang mesti dikeluarkan pada pembibitan sapi bersifat jangka panjang. Hal ini membuat peternakan rakyat kesulitan mengembangkannya. Padahal, sektor peternakan dalam negeri sebagian besar dijalankan oleh para peternak rakyat.
Dengan begitu, Fadjar menilai BUMN dapat berperan sebagai off taker yang dapat memberikan rasa aman sekaligus menumbuhkan minat masyarakat untuk menjadi peternak.
“Untuk itulah, dukungan serta keterlibatan BUMN sangat diperlukan,” ujarnya dalam sebuah focus group discussion (FGD) Konsolidasi BUMN Pangan, Jumat 13 November 2020.
Ia juga bilang, dengan beragamnya sektor bisnis yang dimiliki BUMN pangan, dapat mendorong terwujudnya integrasi peternakan dengan sektor lainnya, misalnya melalui pengembangan sapi sawit.
Tak hanya itu, sambung Fadjar, BUMN juga bisa menjalankan distribusi dan logistik sapi beserta produk turunannya. Harapannya, produk hasil peternakan itu dapat tersalurkan secara merata kepada masyarakat.
Sebagai informasi, Kementerian BUMN tengah merencanakan pembentukan holding BUMN pangan. Holding tersebut beranggotakan 9 BUMN klaster pangan yang kabarnya akan dipimpin oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).
Sedangkan 8 BUMN lainnya yakni PT Berdikari (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero), PT Garam (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), Perum Perikanan Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).
