Tren Minyak Mentah Masih Fluktuatif, Bagaimana Nasib Harga BBM?
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif buka suara terkait proyeksi harga energi, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik pada Juli 2024 mendatang.

Debrinata Rizky
Author


JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif buka suara terkait proyeksi harga energi, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik pada Juli 2024 mendatang.
Arifin mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan kementerian lain yang terkait, yakni Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih melakukan pengkajian perihal harga energi, khususnya untuk BBM dan listrik non subsidi pada bulan depan.
"Kita masih tunggu bertiga baik dari Kementeria Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM," ucapnya saat ditemui di Kantor Ditjen Migas Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.
Arifin mengatakan jika, untuk nasib BBM non subsidi, pihaknya saat ini masih memantau tren harga minyak mentah dunia yang harganya masih berfluktuasi di tengah pergerakan kurs yang juga masih belum stabil.
Melansir laman Kementerian ESDM, rata-rata harga Minyak Mentah (Indonesian Crude Price per ICP) untuk bulan Mei sebesar US$79,78 per barel. Merosot dari bulan sebelumnya di angka US$87,61 per barel.
Harga BBM Subsidi Harus Ditahan
Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menyebut, pemerintah lebih baik masih menahan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan solar. Jika dalam waktu dekat kenaikan BBM subsidi dilakukan maka akan berakibat fatal.
"Akan memicu naiknya inflasi, termasuk kenaikan harga bahan pokok yang bisa menurunkan daya beli sehingga berbahaya bagi perekonomian RI," katanya kepada TrenAsia.com pada Senin, 10 Juni 2024.
Pemerintah dinilai perlu menggencarkan subsidi tepat sasaran bagi pengguna pertalite dan solar subsidi. Namun untuk tren perpindahan menurut Fahmy, biarkan masyarakat dengan bebas memutuskan terkait perpindahan tren pembelian BBM dari subsidi ke non subsidi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, evaluasi terhadap anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan dilakukan paling lambat pada Juni. Dia menegaskan, harga BBM hingga LPG tidak akan mengalami kenaikan hingga bulan Juni tahun ini.
“Kita juga dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam negeri terutama terkait dengan subsidi. Ini kita juga harus mengkalibrasi lagi anggaran yang digunakan,” papar Airlangga pada awak media di kantornya, pada Selasa, 16 April 2024.

Ananda Astri Dianka
Editor
