Energi

Pertamina Inisiasi Sejumlah Kerja Sama Energi di Afrika

  • Sejumlah kerja sama tersebut meliputi bidang hulu migas, pengembangan infrastruktur serta kilang pengolahan, hingga potensi kerjasama distribusi produk hilir dan pengembangan energi baru dan terbarukan panas bumi.
Pertamina
Pertamina (pertamina.com)

NAIROBI - PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan subholdingnya inisiasi sejumlah kerja sama strategis dengan perusahaan energi di Afrika sebagai upaya Go Global guna rkuat kedaulatan energi di Indonesia. 

Melansir situs resmi Pertamina, sejumlah kerja sama tersebut meliputi bidang hulu migas, pengembangan infrastruktur serta kilang pengolahan, hingga potensi kerjasama distribusi produk hilir dan pengembangan energi baru dan terbarukan panas bumi (geothermal).

“Kerja sama ini dapat memperkuat kerjasama antar negara-negara Afrika dan juga kerja sama secara global,” jelas Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.

Pada lawatan pertamanya di benua Afrika, Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mengunjungi Kenya dan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Africa Geothermal International Limited (AGIL) pada 20 Agustus 2023. 

Dengan perjanjian kerjasama tersebut, PGE akan memiliki kesempatan untuk memahami lebih dalam mengenai pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi panas bumi, yang nantinya dapat diterapkan di Indonesia. Selain itu, ini juga merupakan langkah ekspansi Pertamina dalam pengembangan sumber daya geothermal di Kenya.

Dalam bisnis hulu,  PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), juga sedang menjajaki peluang kerjasama dengan National Oil Corporation of Kenya (NOCK). Upaya tersebut merupakan langkah awal footprint Pertamina Hulu mengembangkan kehadirannya di luar negeri dengan tujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. 

“Semangat untuk membawa produksi minyak bumi kembali ke dalam negeri, dengan kehadiran Pertamina di sektor hulu ini, akan meningkatkan produksi minyak bumi yang dapat diolah di kilang milik Pertamina di dalam negeri,” tambah Nicke.

Tidak hanya dalam sektor hulu dan energi terbarukan seperti panas bumi, Nicke juga menyoroti peluang kerja sama Pertamina ke berbagai sektor energi, terutama dengan melibatkan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kenya melalui pendekatan Government-to-Government (G-to-G). Kerjasama bilateral ini memberikan peluang bagi Pertamina untuk melakukan investasi dan kerjasama di wilayah Afrika.

Sebelum kunjungan tersebut, Pertamina telah meneken MoU dengan GUMA, sebuah perusahaan energi di Afrika, untuk membentuk Aliansi Strategis dalam Proyek-Proyek Berpotensi di Segmen Hulu, Tengah, dan Hilir. 

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari eksplorasi dan produksi lapangan minyak dan gas, pengembangan infrastruktur pipa, hingga pengembangan fasilitas kilang minyak dan petrokimia. Selain itu, kerja sama ini juga melibatkan perdagangan produk petroleum Pertamina di wilayah Kenya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo atau dikenal dengan Jokowi bahkan meminta dukungan Pemerintah Kenya agar kerja sama tersebut bisa segera terealisasi.

“Indonesia ingin tingkatkan investasi di Kenya terutama di sektor energi. Untuk itu, saya minta dukungan Kenya agar investasi Pertamina dengan Geothermal Development Company senilai US$1.5 miliar atau setara dengan Rp22,50 triliun (kurs Rp15.000) dan dengan Guma Group dapat segera terealisasi dan diperluas di bidang energi baru dan terbarukan serta perlunya dibentuk Bilateral Investment Treaty antar kedua negara,” ujar Jokowi.