Masih Dibayangi Sanksi Amerika, Chevron akan Tingkatkan Produksi Minyak di Venezuela
- Langkah ini menjadi upaya Chevron dalam menghadapi kerugian di Venezuela pasca sanksi Ekonomi yang di jatuhkan Amerika Serikat ke negara itu

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA - Chevron, salah satu raksasa energi dunia mengupayakan eksplorasi pengeboran minyak terbaru yang berpotensi meningkatkan produksi minyak hingga 65.000 barel per hari dalam setahun di Venezuela.
Langkah ini menjadi upaya Chevron dalam menghadapi kerugian di Venezuela pasca sanksi Ekonomi yang di jatuhkan Amerika Serikat (AS) ke negara itu.
Chevron berkolaborasi dengan perusahaan minyak milik negara Venezuela yang lebih dikenal dengan PDVSA. Operasi pengeboran minyak telah ditunda sejak sanksi ekonomi yang lebih ketat diberlakukan oleh AS pada tahun 2019. Sanksi tersebut membuat Chevron berada dalam posisi yang rumit, harus berada dalam kondisi yang tidak pasti selama di Venezuela.
Meskipun demikian, perusahaan patungan Chevron-PDVSA telah meningkatkan produksi minyaknya. Dilansir dari Reuters, Selasa, 26 September 2023, saat ini mereka memproduksi sekitar 135.000 barel per hari, angka ini terhitung naik sebesar 70% dibandingkan dengan produksi tahun lalu.
- Ford Tunda Pembangunan Pabrik Baterai Mobil Listrik
- Pertemuan Trilateral Didorong Ciptakan Stabilitas Regional
- Bursa Karbon Resmi Dibuka, 99 PLTU Diharapkan Segera Bertransaksi
Pada November tahun lalu, pemerintah AS memberi wewenang kepada Chevron untuk memperluas operasinya di Venezuela dan bahkan mengekspor minyak dari negara tersebut ke AS. Keputusan AS menjadi keputusan yang krusial, mengingat keterlibatan Chevron di Venezuela telah berlangsung selama beberapa dekade.
Langkah Chevron dalam meningkatkan produksi minyak di tengah tantangan geopolitik dan lingkungan bisnis yang sulit menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga posisi perusahaan sebagai pemimpin dalam industri energi. Ketidakpastian investasi di Venezuela, dan upaya peningkatan jumlah produksi minyak oleh Chevron menjadi langkah strategis perusahaan dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di negara tersebut.
Langkah ini akan menjadi sorotan dalam industri minyak global dan menjadi perhatian oleh para pelaku pasar dan pemerhati industri energi. Hal ini juga menambah dinamika baru dalam upaya Venezuela untuk keluar dari sanksi ekonomi AS.

Amirudin Zuhri
Editor
