Emtek Catat Penurunan Laba Bersih Rp102 Miliar pada Kuartal Pertama 2021
- PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) mencatat laba bersih mencapai Rp102 miliar pada kuartal pertama 2021.

Mochammad Ade Pamungkas
Author
JAKARTA- PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) mencatat laba bersih mencapai Rp102 miliar pada kuartal pertama 2021.
Melansir laporan keuangan Emtek dari laman Bursa Efek Indonesia, Angka tersebut menurun 35% dibandingkan dengan laba bersih kuartal I 2020 yang mencapai Rp157,4 miliar.
Meskipun demikian, pendapatan (neto) Emtek naik 20% menjadi Rp3,12 triliun dibandingkan dengan pendapatan kuartal pertama 2020 yaitu Rp2,6 triliun.
- OPEC Longgarkan Batasan Produksi, Harga Minyak Dunia Kembali Turun
- Hore, Buruh Dapat Prioritas Vaksin COVID-19
- Emtek Catat Penurunan Laba Bersih Rp102 Miliar pada Kuartal Pertama 2021
- Disebut Bisa Jadi Sebab KRI Nanggala-402 Tenggelam, Apa Itu Gelombang Internal Soliter?
- Laba Bersih Samudra Indonesia Kuartal I 2021 Meroket Meski Pendapatan Sedikit Menurun
Di samping itu beban pendapatan Emtek mencapai Rp2,1 triliun, naik sebesar Rp1,8 triliun dari kuartal pertama tahun sebelumnya.
Kemudian beban usaha juga naik 12.5% menjadi Rp482.24 miliar dari kuartal pertama 2020 yaitu sebesar Rp428,6 miliar.
Selain itu total asset Emtek mencapai Rp27,5 triliun pada kuartal pertama 2021, naik 54% dari kuartal pertama 2020 sebesar Rp17.8 triliun.
Lalu dari total asset tersebut dipecah menjadi total aset lancar yang mencapai Rp16.9 triliun, dan total asset tidak lancar Rp10,5 triliun.
Total ekuitas naik hampir 2 kali lipat dari Rp12,39 triliun pada kuartal pertama 2020, menjadi Rp22,34 triliun.
Total liabilitas perusahaan hanya turun sedikit menjadi Rp5,23 triliun, diabandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,48 triliun.
Di sisi lain, pemilik Emtek Eddy Kusnadi Sariaatmadja menduduki peringkat ke tujuh manusia terkaya di Indonesia menurut versi Forbes.
Total kekayaan Eddy mencapai US$3 miliar atau setara Rp43,3 triliun (asumsi kurs Rp14,445 per dollar Amerika Serikat).
Angka itu melejit 130% dibandingkan total kekayaan sebelum pandemi, yaitu mencapai US$1,3 miliar (Rp18,7 triliun) pada 2019.
