Tren Ekbis

Ekonomi RI Diprediksi Mulai Naik Kuartal VI-2020

  • Setelah tertekan akibat COVID-19, ekonomi Indonesia diprediksi bakal mulai naik pada kuartal IV-2020 dengan catatan tidak ada wabah corona gelombang kedua....
Sukirno

Sukirno

Author

Setelah tertekan akibat COVID-19, ekonomi Indonesia diprediksi bakal mulai naik pada kuartal IV-2020 dengan catatan tidak ada wabah corona gelombang kedua.

Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah memproyeksikan perekonomian Indonesia akan mulai membaik pada triwulan IV-2020 dengan syarat tidak terjadi pandemi COVID-19 gelombang kedua.

“Baru akan mulai mengarah positif itu triwulan IV dengan asumsi pelonggaran ekonomi tidak terinterupsi oleh gelombang kedua COVID-19,” katanya dilansir Antara, Senin, 8 Juni 2020.

Piter mengatakan perbaikan dapat dicapai jika pelonggaran aktivitas perekonomian berjalan lancar, tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19, serta pemberian stimulus oleh pemerintah terealisasi.

Di sisi lain, Piter menyatakan titik terendah pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini akan terjadi pada triwulan II karena terdapat pembatasan sosial berskala besar (PSBB), konsumsi yang tidak tinggi saat bulan Ramadan dan Lebaran Idulfitri, serta belum lancarnya realisasi stimulus.

“Menurut saya triwulan II-2020 ini kita akan mengalami penurunan ekonomi yang cukup besar yaitu di kisaran 2% sampai 5%. Kalau tanpa stimulus ya lebih buruk lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Piter mengatakan untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diprediksikan tidak tumbuh atau nol persen hingga terkontraksi 2%.

“Untuk 2020 perkiraan kita masih negatif yaitu nol sampai minus 2%. Tapi harapannya pemulihan ekonomi sudah mulai kita lakukan pada 2021,” katanya.

Berbeda dengan Piter, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini akan terkontraksi hingga 0,26%.

“Untuk 2020 masih tetap negatif pertumbuhannya di kisaran minus 0,26%,” katanya.

Tauhid menyatakan perekonomian pada triwulan II-2020 akan mengalami kontraksi yang sangat dalam yaitu 0,69% atau bisa tumbuh positif tapi hanya berada di level 0,12%.

“Triwulan II itu negatif 0,69% sampai 0,12%. Kemudian kemungkinan dampak stimulus akan terasa pada triwulan IV-2020 atau awal 2021,” ujarnya. (SKO)