Rebound Saham ANTM Makin Solid, Ini 2 Penyokongnya
- Saham emiten tambang emas plat merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis, 24 April 2025, seiring membaiknya sentimen pasar terhadap sektor logam mulia.

Alvin Bagaskara
Author


Nampak antrian pembelian logam mulia ANTAM di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tangerang Selatan, Sabtu 19 Juni 2021. Anjloknya harga emas selama sepekan membuat masyarakat berlomba untuk membeli. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Saham emiten tambang emas plat merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis, 24 April 2025, seiring membaiknya sentimen pasar terhadap sektor logam mulia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham ANTM dibuka naik 1,93% atau 40 poin ke level Rp2.110 per saham dibandingkan penutupan sebelumnya yang terkoreksi hingga level Rp2.070. Tak butuh waktu lama, saham langsung melejit hingga mencapai Rp2.120 menjelang jeda siang.
Di tengah koreksi pada perdagangan sebelumnya, ternyata saham ini mencatatkan net buy asing jumbo sebesar Rp118 miliar. Dari sisi broker, Maybank Sekuritas dan Mandiri Sekuritas menjadi yang paling aktif memborong saham ini, masing-masing dengan nilai transaksi sebesar Rp27,8 miliar.
- IJTI Angkat Bicara Soal Direktur Jak TV jadi Tersangka Kasus Timah
- Histori Dividen BBRI 10 Tahun Terakhir
- Pertumbuhan Kredit Lampaui Ekspektasi, BCA Pertahankan Guidance di 6-8 Persen
Penguatan saham ANTM terjadi di tengah koreksi harga emas batangan Antam yang turun Rp22.000 menjadi Rp1.969.000 per gram pada Kamis ini. Meski demikian, secara keseluruhan harga emas batangan produksi Antam menunjukkan tren menguat sejak awal tahun.
Asal tahu saja, per 2 Januari 2025, harga emas Antam berada di kisaran Rp1.870.000 per gram, sehingga dalam hampir empat bulan, harga telah naik sekitar 5,29%. Lonjakan sempat terjadi pada pertengahan Maret ketika harga menembus Rp1.990.000, seiring eskalasi ketegangan geopolitik dan sinyal dovish dari bank sentral global.
Dari sisi global, reli harga emas dunia yang kini bertahan di atas US$3.300 per ons juga menjadi katalis kuat terhadap saham-saham tambang emas. Dalam sebulan terakhir, saham ANTM telah melonjak 33,33%, bahkan mencatat kenaikan spektakuler sebesar 47,86% sejak 9 April 2025.
Selain sentimen harga emas, penguatan saham ANTM juga didorong oleh meningkatnya minat investor institusi global. Dua manajer investasi besar, BlackRock dan Russell Investments, pada awal bulan ini, diketahui menambah kepemilikan mereka pada saham ini, mencerminkan optimisme terhadap kinerja dan prospek jangka panjang ANTM.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai ANTM memiliki posisi strategis sebagai bagian dari holding tambang BUMN, PT MIND ID. Menurutnya, proyek hilirisasi tambang yang sedang digarap serta kuatnya permintaan domestik terhadap emas fisik memberikan daya dorong tambahan terhadap valuasi saham ANTM.
Liza memperkirakan area support ANTM berada di kisaran Rp2.000–Rp1.750, sementara area resistance diproyeksikan di level Rp2.250–Rp2.350, bahkan berpotensi menyentuh Rp2.500 per saham. Ia pun mengingatkan investor agar berhati-hati dan mulai mempertimbangkan trailing stop jika harga saham mendekati batas atas.
“Menimbang velocity yang semakin curam saat ini, batasi pembelian dan mulai siapkan trailing stop ketika harga mendekati Rp2.250 ke atas,” tulisnya dalam riset tertanggal pada Kamis, 24 April 2025.
Dengan kombinasi sentimen global, dukungan investor institusi, dan optimisme terhadap proyek hilirisasi, saham ANTM dipandang masih menjadi salah satu pilihan unggulan di tengah ketidakpastian pasar dan tensi geopolitik global yang belum mereda.

Chrisna Chanis Cara
Editor
