Bursa Saham

KAQI dan MINE Siap IPO, Peluang Cuan di Tengah Fluktuasi IHSG

  • KAQI menargetkan dana hingga Rp54 miliar dari IPO untuk ekspansi bisnis otomotif, sementara MINE membidik Rp132,3 miliar untuk memperkuat sektor pertambangan. Dengan valuasi menarik dan prospek pertumbuhan, keduanya menawarkan peluang investasi di tengah fluktuasi IHSG.
3_Istilah_Penting_Tentang_IPO.jpg
Ilustrasi saham IPO. (IDX Channel) (IDX Channel)

JAKARTA – Dua perusahaan dari sektor otomotif dan pertambangan, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), siap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Initial Public Offering (IPO). 

Berdasarkan prospektus, kedua perusahaan ini menawarkan valuasi menarik dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Di tengah ketidakstabilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), langkah IPO mereka diharapkan menarik minat investor yang mencari peluang di sektor otomotif dan pertambangan.

KAQI, yang bergerak di bidang perawatan dan suku cadang kaki-kaki kendaraan, akan melepas 450 juta saham dengan harga penawaran Rp100 hingga Rp120 per saham. Dari aksi ini, perusahaan berpotensi meraup dana sebesar Rp45 miliar hingga Rp54 miliar.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperluas jaringan bisnis sebesar 76,6%. Sebanyak 16,4% dialokasikan untuk memberikan pinjaman kepada anak perusahaan, sementara sisanya, sebesar 7,0%, akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional agar tetap optimal.

Dalam prospektusnya, KAQI mencatat proyeksi laba bersih Agustus 2024 dengan Earnings Per Share (EPS) Rp5,3. Price to Earnings Ratio (PER) berada pada kisaran 18,9x hingga 22,6x. Book Value Per Share (BVPS) tercatat Rp28,5 dengan Price to Book Value (PBV) antara 3,5x hingga 4,2x.

Sebelum IPO, kepemilikan saham KAQI didominasi oleh PT Tahta Kertajaya Indonesia sebesar 78,32%, sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat serta dua pemegang saham minoritas lainnya. Struktur kepemilikan ini mencerminkan posisi strategis perusahaan.

KAQI telah memulai masa Penawaran Umum pada 04 hingga 06 Maret 2025 dengan harga Rp118 per saham. Penjatahan selesai pada 06 Maret 2025. Distribusi saham dilakukan pada 07 Maret 2025, dan pencatatan di BEI dijadwalkan pada 10 Maret 2025.

MINE: Manfaatkan IPO untuk Ekspansi Tambang

Di sektor pertambangan, MINE, yang berbasis di Manado, akan menawarkan 612.665.300 saham dengan harga penawaran Rp216 per saham. Perusahaan menargetkan dana segar sebesar Rp132,3 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis.

Dana IPO akan dialokasikan untuk belanja modal sebesar 48%. Sebanyak 41% akan digunakan untuk modal kerja, sementara sisanya, sebesar 11%, dialokasikan untuk pembelian aset berupa tanah dan bangunan guna memperkuat operasional.

Berdasarkan estimasi 2024, MINE mencatatkan EPS sebesar Rp82,7 dengan Price to Earnings Ratio (PER) 2,6x. Book Value Per Share (BVPS) diperkirakan Rp153,2 dengan Price to Book Value (PBV) 1,4x, menunjukkan valuasi menarik bagi calon investor.

Setelah IPO, saham MINE akan dimiliki oleh PT Mitra Berkarya Sukses Selalu sebesar 80,8%. Masyarakat akan memiliki 15,0% saham, sementara Sinjo Jefry Sumendap menguasai 4,2% saham perusahaan, memberikan gambaran kepemilikan pasca penawaran.

Asal tahu saja, MINE telah memulai masa Penawaran Umum pada 04 hingga 06 Maret 2025 dengan harga Rp216 per saham. Penjatahan selesai pada 06 Maret 2025. Distribusi saham dilakukan pada 07 Maret 2025, dengan pencatatan di BEI pada 10 Maret 2025.