Bursa Saham

IPO Sukses! Saham KAQI Naik 30,51 Persen dan MINE Tembus Batas ARA di Debut Perdana

  • Dua perusahaan yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan debut cemerlang pada hari ini, Senin, 10 Maret 2025. Saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mengalami lonjakan signifikan.
Ilustrasi Bursa - Panji 2.jpg
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 12 Januari 2023. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Dua perusahaan yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan debut cemerlang pada hari ini, Senin, 10 Maret 2025. Saham PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) dan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mengalami lonjakan signifikan.

KAQI, yang bergerak di bidang perdagangan serta reparasi kendaraan, sukses menyelesaikan initial public offering (IPO). Perusahaan melepas 450 juta saham dengan harga Rp118 per lembar, meraup dana Rp53,1 miliar. Pada perdagangan perdananya, saham KAQI naik 30,51% ke posisi Rp154.

Sepanjang sesi, harga saham KAQI bergerak dalam rentang Rp137 hingga Rp154, mendekati batas auto rejection atas (ARA) di Rp159. Sementara itu, MINE, kontraktor tambang, mencatatkan saham perdananya dengan lonjakan 25% hingga menyentuh batas ARA di Rp270.

Antrean beli MINE di harga tertinggi mengular dengan volume mencapai 6 juta lot saham pada pukul 09.33 WIB. Kenaikan ini menunjukkan antusiasme investor terhadap prospek saham MINE di sektor jasa pertambangan dan ekspektasi pertumbuhan perusahaan ke depan.

Dana IPO MINE sebesar Rp132,3 miliar akan dialokasikan 48% untuk belanja modal dan 41% untuk modal kerja. Sisanya, 11%, digunakan untuk pembelian aset tanah serta bangunan guna memperkuat operasional perusahaan di masa depan.

PER 2,6 Kali

Berdasarkan estimasi 2024, MINE mencatatkan EPS Rp82,7 dengan Price to Earnings Ratio (PER) 2,6x. Book Value Per Share (BVPS) diperkirakan Rp153,2, sementara Price to Book Value (PBV) sebesar 1,4x, menarik minat investor.

Setelah IPO, saham MINE dimiliki PT Mitra Berkarya Sukses Selalu sebesar 80,8%, masyarakat 15,0%, dan Sinjo Jefry Sumendap 4,2%. Struktur ini memberikan gambaran kepemilikan pasca penawaran saham di pasar modal.

Sementara itu, dana IPO KAQI akan digunakan untuk ekspansi bisnis sebesar 76,6%, sementara 16,4% dialokasikan sebagai pinjaman kepada anak perusahaan. Sisanya, 7,0%, digunakan untuk mendukung kegiatan operasional agar tetap optimal dan berdaya saing tinggi.

Dalam prospektusnya, KAQI mencatat proyeksi laba bersih Agustus 2024 dengan Earnings Per Share (EPS) Rp5,3. Price to Earnings Ratio (PER) berada di kisaran 18,9x hingga 22,6x, sedangkan PBV antara 3,5x hingga 4,2x.

Sebelum IPO, kepemilikan saham KAQI didominasi oleh PT Tahta Kertajaya Indonesia sebesar 78,32%. Sisanya dimiliki masyarakat serta dua pemegang saham minoritas lainnya, mencerminkan posisi strategis perusahaan.