Korporasi

Dividen Rp31,40 Triliun Cair, Saham BBRI Langsung Ngacir

  • Penguatan saham BBRI bertepatan dengan jadwal pembayaran dividen tunai ke rekening investor hari ini. Dalam aksi korporasi ini, BRI membagikan dividen final sebesar-besarnya Rp31,40 triliun atau senilai Rp208,40 per saham.
Ilustrasi Bank BRI .jpg
Logo Bank BRI, di Jakarta. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terpantau kinclong pada sesi pertama perdagangan Rabu, 23 April 2025. 

Bukan hanya hari ini, BBRI juga sudah naik 2,19% dalam sepekan dan 3,32% dalam satu bulan terakhir. Siang ini, harga saham BBRI menguat 2,75% atau 100 poin ke level Rp3.750 per lembar.

Penguatan saham BBRI bertepatan dengan jadwal pembayaran dividen tunai ke rekening investor hari ini. Dalam aksi korporasi ini, BRI membagikan dividen final sebesar-besarnya Rp31,40 triliun atau senilai Rp208,40 per saham.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (24/03) di Jakarta, disepakati bahwa total dividen tunai yang dibagikan untuk Tahun Buku 2024 sebesar-besarnya Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham.  

Nilai tersebut setara 86% dividend payout ratio, naik dibandingkan dengan 2023 yakni 80%. Jumlah itu mengindikasikan dividen final sebesar 208,4 rupiah per saham dan yield sebesar 5,8%, berdasarkan harga penutupan saham BBRI pada Senin (24/3) di level 3.610 rupiah per saham. Sebelumnya, BBRI telah membagikan dividen interim untuk tahun buku 2024 sebesar 135 rupiah per saham pada Januari 2025.

Angka tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp135 per saham (setara Rp20,33 triliun) yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2025 lalu. Dengan demikian, sisa dividen yang dibagikan kepada pemegang saham sebesar-besarnya Rp31,40 triliun atau Rp208,40 per lembar saham.

Dari total dividen tersebut, berdasarkan struktur kepemilikan saham maka BRI akan menyetorkan dividen kepada Pemerintah Republik Indonesia sebesar Rp27,68 triliun, termasuk dividen interim sebesar Rp10,88 triliun yang telah lebih dahulu dibayarkan. Sementara itu, sisanya akan dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham publik yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date.

Terkait dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen ini telah mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang solid dan memiliki struktur modal yang kuat.

“BRI mempertimbangkan berbagai aspek dalam menentukan besaran dividen, termasuk kebutuhan ekspansi bisnis, kecukupan likuiditas, dan manajemen risiko bank. Rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan pun diproyeksikan tetap terjaga di atas 19% dalam jangka panjang,” ujar Hendy.

Adapun, pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan BRI per 31 Desember 2024, di mana secara konsolidasian laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp60,15 triliun.

“Pembayaran dividen ini menjadi bukti nyata kinerja solid BRI serta komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham. Ke depan, BRI akan terus memperkuat perannya sebagai universal bank dengan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan segmen UMKM di Indonesia,” pungkas Hendy.

Satu Dekade Histori Dividen BBRI

Yang menarik, data historis menunjukkan bahwa BBRI secara konsisten meningkatkan nilai dividen dan rasio pembagian keuntungan kepada pemegang saham. Hal ini terpantau, sejak 2014, rasio dividen BBRI terus meningkat dari 30% hingga mencapai 85% dalam beberapa tahun terakhir.

Padahal, sepanjang 2014-2016, rasio dividen yang dikucurkan emiten bersandikan BBRI ini masih berada di kisaran 30-40%. Angka yang diterima investor pun relatif kecil, yaitu di kisaran Rp57 hingga Rp83 per saham. 

Dok/TrenAsia

Namun, sejak 2017, tren kenaikan mulai terlihat, dengan rasio dividen mencapai 45% dari total laba bersih. Ini terus meningkat tajam setiap tahunnya hingga menyentuh level 85% dari total laba bersih, pada 2021, 2022, dan 2024.

Meski sempat mengalami penurunan ke 65% pada 2020 akibat dampak pandemi Covid-19, kebijakan dividen kembali digenjot dengan nilai yang lebih tinggi seiring dengan pemulihan bisnis dan peningkatan laba perusahaan. 

Tahun 2023 mencatatkan dividen per saham tertinggi sebelum 2024, dengan total yang dibayarkan kepada setiap pemegang saham mencapai Rp235 per saham. Lonjakan dividen ini menjadi kabar baik bagi investor, mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat serta strategi ekspansi yang efektif. 

Dengan payout ratio yang stabil di kisaran 85% dalam tiga tahun terakhir, BBRI menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Kebijakan dividen yang tinggi juga menarik minat investor institusi maupun ritel, memperkuat posisi BBRI sebagai salah satu saham blue-chip favorit di Bursa Efek Indonesia.

Tak heran, jumlah pemegang saham BBRI terus meningkat, mencapai 677.207 per Februari 2025. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan kuartal I-2024 yang masih berada di angka 530.393, menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan.