Kinerja Terus Merugi, Gaji dan Tunjangan di Perumnas Justu Naik Rp100 Miliar
- Kendati merugi, Perumnas berani menaikkan anggaran gaji dan tunjangan karyawan hingga Rp101,12 miliar

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA – Loyalitas Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) kepada karyawannya tak perlu diragukan lagi. Kendati merugi, Perumnas berani menaikkan anggaran gaji dan tunjangan karyawan hingga Rp101,12 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan Perumnas tahun 2022, besaran gaji dan tunjangan Perumnas tahun lalu naik 53,09% menjadi Rp291,61 miliar dibandingkan dengan Rp190,48 miliar tahun sebelumnya. Kenaikan gaji dan tunjangan disebut sebagai akibat bertambahnya jumlah karyawan.
Tapi faktanya, dari laporan perusahaan terungkap bahwa pada tahun 2022 Perumnas justru jumlah karyawan tetap berkurang 437 orang menjadi 508 orang. Tahun sebelumnya jumlah karyawan tetap Perumnas masih 945 orang.
Melonjaknya gaji dan tunjangan berdampak terhadap beban perusahaan. Dengan kenaikan tersebut, pos beban usaha bengkak jadi Rp365,36 miliar dari semula Rp309,61 miliar pada 2021.
- Penjelasan Waskita Karya Atas Gugatan PKPU
- Blibli Siapkan Promo Tukar Tambah Gadget dan Perlengkapan Rumah di Arena PRJ
- GoFood Hadirkan 12 Mitra Juara Lokal ke Festival Indonesia
Sebab Kerugian
Perumnas juga menanggung beban keuangan menjadi Rp378,16 miliar. Belum lagi beban pokok pendapatan yang bengkak 73,80% dari semula Rp426,85 miliar menjadi Rp741,88 miliar pada 2022. Kenaikan beban pokok pendapatan berasal dari semua segmen usaha, bahkan oleh bisnis yang pendapatannya menurun.
Menumpuknya beban yang ditanggung perusahaan alhasil membebani pendapatan tahun 2022 yang sejatinya mengalami kenaikan. Walhasil, laporan keuangan Perumnas mengonfirmasi adanya rugi tahun berjalan sebanyak Rp429,79 miliar, lebih besar dari 2021 Rp355,84 miliar.
Padahal, Perumnas berhasil mengerek pendapatan 2022 sebesar 31,16% menjadi Rp1,04 triliun pada 2022 dari tahun sebelumnya Rp795,60 miliar. Penyumbangnya berasal dari enaikan pendapatan Proyek transit oriented development (TOD) seperti apartemen Semesta yang mencatat kenaikan signifikan.
Hingga akhir tahun lalu, pendapatan dari lini bisnis apartemen meroket 280% menjadi Rp249,83 miliar dari tahun 2021 Rp65,73 miliar. Meskipun tetap saja, kontributor utama pendapatan perseroan masih berasal dari segmen rumah tinggal dan ruko yang tahun lalu menghasilkan Rp617,04 miliar, turun dari 2021 Rp647,07 miliar.

Ananda Astri Dianka
Editor
