BUMN

Jumlah Penerima Bantuan Pangan Ditambah 8 Persen

  • Dari jumlah sebelumnya, sekitar 21,3 juta keluarga penerima manfaat bantuan pangan, angka ini dinaikkan menjadi 22 juta keluarga mulai Januari 2024.
Ketersediaan Stok Beras - Panji 7.jpg
Nampak aktifitas penjualan beras sebuah agen di kawasan Graha Raya Bintaro Tangerang Selatan, Selasa 15 Maret 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan peningkatan 8% alokasi bantuan pangan dalam kunjungannya ke Gudang BULOG di Pekalongan dan Malang. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga kebutuhan pokok, terutama beras, yang dipicu oleh penurunan produksi akibat dampak bencana alam El Nino yang melanda secara global.

Dari jumlah sebelumnya, sekitar 21,3 juta keluarga penerima manfaat bantuan pangan, angka ini dinaikkan menjadi 22 juta keluarga mulai Januari 2024. Keputusan ini merupakan hasil penyesuaian data oleh Badan Pangan Nasional yang menggambarkan kondisi aktual di lapangan.

Dilansir kabarbumn.com, Jumat, 15 Desember 2023, Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional, menjelaskan bahwa data yang diperbaharui ini adalah hasil pembaruan yang mengikuti perubahan kondisi di lapangan. Dengan memastikan data penerima terbaru, diharapkan bantuan pangan dapat didistribusikan secara lebih merata kepada mereka yang membutuhkan.

Presiden Jokowi menekankan bahwa pemberian bantuan pangan ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok. Dalam pidatonya di hadapan ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Jokowi menyoroti pentingnya redistribusi bantuan untuk mengurangi beban akibat kenaikan harga yang terjadi.

Menurut Jokowi Penyesuaian ini diperlukan karena beberapa harga kebutuhan meningkat, terutama beras yang mengalami penurunan produksi akibat bencana alam El Nino yang melanda seluruh dunia. Tujuannya agar tidak memberatkan keluarga yang terdampak kenaikan harga,

Adapun stok Cadangan Beras Pemerintah yang dipegang oleh BULOG saat ini mencapai 1,4 juta ton. Langkah ini didukung dengan tambahan stok impor beras sesuai dengan kebijakan pemerintah, bertujuan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah. Langkah-langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan beras di gudang-gudang BULOG di seluruh Indonesia.

Penambahan alokasi bantuan pangan ini menunjukkan langkah strategis pemerintah dalam menanggapi dinamika pasar dan kebutuhan masyarakat. Dengan penyesuaian ini, diharapkan beban akibat kenaikan harga dapat diredakan, sementara distribusi bantuan pangan dapat dilakukan secara lebih efektif dan merata kepada yang membutuhkan.