Bank Syariah Indonesia Sasar Pemuda Muhammadiyah untuk Melek Literasi Keuangan
- JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam kegiatan literasi dan inklusi kepada Pemuda dan...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam kegiatan literasi dan inklusi kepada Pemuda dan Mahasiswa Muhammadiyah.
Direktur Retail Banking BSI, Kokok Alun Akbar berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah kepada masyarakat.
- Sempat Tertunda, BNI Terbitkan Surat Utang Global Rp7,23 Triliun
- Berkah Pandemi, Penjual dan Pengguna Tokopedia Meroket 133 Persen
- Media Milik Konglomerat Eddy Kusnadi Private Placement Rp9,25 Triliun
“Selain itu acara ini diharapkan bisa menjadi solusi dan menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangan sesuai prinsip syariah melalui berbagai produk, layanan, dan fitur-fitur yang lengkap,” kata Kokok dalam siaran pers yang dikutip Rabu 24 Maret 2021.
Dalam acara tersebut, BSI menyerahkan buku tabungan BSI kepada 1000 kader dan KUR BSI kepada 100 pelaku bisnis mikro Pemuda Muhammadiyah.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesia masing-masing 8,9% dan 9,1%.
Angka literasi dan inklusi keuangan syariah ini lebih rendah dibandingkan konvensional yang sudah mencapai masing-masing 38,03% dan 76,19%.
Dengan besarnya populasi penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 87,18% dari total penduduk sejumlah 255 juta, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Sehingga terdapat potensi yang besar untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan syariah di Indonesia. Kokok menambahkan, peran PP Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu lembaga otonom PP Muhammadiyah cukup strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah.
Pasalnya, jumlah jaringan pemuda, sekolah, dan universitas Muhammadiyah mencapai 28.159 unit. Dengan estimasi total untuk siswa dan mahasiswa dibawah naungan PP Pemuda Muhammadiyah sejumlah 4 juta jiwa.
“Kami berharap kerjasama dengan Pemuda Muhammadiyah bisa berlanjut untuk kedepannya,” tambahnya.
