Nasional & Internasional

Bank Ina Milik Anthoni Salim Kantongi Restu Rights Issue 2 Miliar Saham

  • JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mengantongi restu para pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu...

JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mengantongi restu para pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Diketahui, Bank Ina berencana untuk rights issue sebanyak-banyaknya dua miliar saham baru dengan nominal Rp100 per lembar saham.

“Rights issue dilaksanakan guna memenuhi ketetapan modal ini Rp2 triliun tahun ini dan Rp3 triliun tahun depan,” kata Direktur Utama BINA, Daniel Budirahayu usai gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu 16 Juni 2021.

Hingga kini, Bank Ina belum mengumumkan jumlah pendanaan dari rights issue nanti. Akan tetapi, Daniel menyebut pendanaan akan bernilai minimal Rp1 triliun.

Perubahan Komisaris dan Direksi

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan baru. Pemegang saham menyetujui penunjukan Inawaty Handojo sebagai komisaris utama independen, menggantikan Birawa Natapradja.

Berikutnya, pemegang saham sepakat mengangkat Josavia Rachman Ichwan sebagai komisaris, menggantikan Winadewi Hanantha. Sementara posisi awal Josavia digantikan oleh Yulius Purnama Junaedi.

Di sisi lain, RUPSLB juga memberhentikan Wardoyo dari jabatannya sebagai direktur kepatuhan. Dengan demikian, berikut susunan dewan komisaris dan direksi perseroan terbaru:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama (Independen): Inawaty Handojo
  • Komisaris (Independen): Yohanes Santoso Wibowo
  • Komisaris: Josavia Rachman Ichwan

Direksi

  • Direktur Utama: Daniel Budirahayu
  • Direktur: Kiung Hui Ngo
  • Direktur: Yulius Purnama Junaedi