Banjir Proyek, Pendapatan PP Presisi Melonjak 20,5 Persen Jadi Rp665,6 Miliar
- Emiten konstruksi PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 20,5% menjadi Rp665,6 miliar pada kuartal I-2021. Pada periode...

Reza Pahlevi
Author
JAKARTA – Emiten konstruksi PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 20,5% menjadi Rp665,6 miliar pada kuartal I-2021. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, anak usaha PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp552,1 miliar.
Mengutip laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), segmen usaha konstruksi mendominasi capaian pendapatan ini sebesar 84,3%. Pendapatan jasa konstruksi meningkat 30,9% menjadi Rp561,5 miliar. Pada kuartal I-2020, PPRE mencatatkan Rp428,7 miliar di pos ini.
“Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari penyelesaian dan progres proyek-proyek infrastruktur strategis nasional, seperti Sirkuit Mandalika, Bendungan Manikin, Patimban Port, Tol Manado-Bitung, dan Bendungan Way Sekampung,” ujar Direktur Utama PPRE Rully Noviandar dalam keterangan resmi, Senin, 3 Mei 2021.
- Sengketa Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Penggugat Lanjut Banding
- IHSG Masih Tertekan, Rekomendasi Saham AALI, PWON, IMAS, dan MNCN
- Proyek Kereta Api Cepat di Atas Pusaran Tanah Eigendom yang Bertuah
Selain itu, ada proyek rekonstruksi paved shoulder Bandara Sepinggan, pembangunan jalan tol Semarang-Demak, tol Trans Sumatra ruas Pekanbaru-Padang seksi Padang-Lubuk Alung-Sicincin zona 1 & 2, serta rel kereta api Makassar-Pare-pare.
PP Presisi juga mendapatkan laba ventura bersama dari proyek pembangunan Bandara Dhoho, Kediri. Entitas anak PP Presisi, PT Lancarjaya Mandiri Abadi, menjadi kontraktor utama dalam konsorsium pembangunan proyek senilai Rp18,2 miliar ini.
“Segmen usaha jasa pertambangan berkontribusi sebesar Rp32,6 miliar, sebuah langkah awal yang menambah kepercayaan diri kami untuk menjadikannya sebagai recurring income kami di masa mendatang,” kata Rully.
Kinerja positif ini pun berdampak pada catatan laba bersih PPRE yang berhasil meningkat 23,8% pada kuartal I-2021. Laba bersih perusahaan menjadi Rp30,9 miliar, meningkat dari kuartal I-2020 yang sebesar Rp25 miliar.
Aset perusahaan pun meningkat tipis 1,8% menjadi Rp7,02 triliun dari Rp6,89 pada akhir 2020. Senada dengan itu, total ekuitas meningkat 1,1% menjadi Rp2,87 triliun dari sebelumnya Rp2,84 triliun.
PPRE juga berhasil menekan utang 4% menjadi Rp1,88 triliun pada tiga bulan pertama 2021. Pada akhir 2020, total utang perusahaan tercatat sebesar Rp1,96 triliun. Turunnya utang ini juga berdampak terhadap turunnya beban bunga sebesar 6,3%. (LRD)
