Atasi Krisis Ekonomi, Spanyol Gelontorkan Stimulus untuk UKM Rp189 Triliun
MADRID – Spanyol mengucurkan paket stimulus tambahan bagi perusahaan kecil dan menengah serta wiraswasta senilai 11 miliar euro (US$13,4 miliar atau Rp188,94 triliun) untuk mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi virus corona. Hal itu diumumkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Rabu (24/2/2021). Dilansir dari Reuters, sumber pemerintah menyatakan rencana itu akan mencakup haircut untuk pinjaman […]

Gloria Natalia Dolorosa
Author


Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez/ Independent.
(Istimewa)MADRID – Spanyol mengucurkan paket stimulus tambahan bagi perusahaan kecil dan menengah serta wiraswasta senilai 11 miliar euro (US$13,4 miliar atau Rp188,94 triliun) untuk mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi virus corona.
Hal itu diumumkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Rabu (24/2/2021).
Dilansir dari Reuters, sumber pemerintah menyatakan rencana itu akan mencakup haircut untuk pinjaman negara dan rekapitalisasi UKM. Rincian rencana tersebut masih dibahas dengan Bank Spanyol dan sektor perbankan.
- BI Longgarkan LTV/FTV dan DP Nol Persen untuk KPR dan Kendaraan
- Viral Ancaman Debt Collector Karena Utang Teman, Satgas Waspada Investasi Imbau Korban Lapor Polisi
- Buset! Erick Thohir Bongkar 159 Kasus Korupsi Sejak Menjadi Menteri BUMN
- Vaksin Sinovac Tahap 5 Tiba Di Indonesia
- Ramai Ditolak, Akhirnya Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras
Paket tambahan untuk sektor UKM dan wiraswasta itu bertujuan meningkatkan solvabilitas perusahaan setelah pemerintah Spanyol pada awalnya memberikan pinjaman yang utamanya didukung negara. Sementara, sektor-sektor yang paling dilanda krisis, termasuk pemilik restoran, meminta bantuan langsung.
“Kami tidak hanya ingin menyelamatkan bisnis dan pekerjaan. Kami ingin menciptakan bisnis dan pekerjaan baru,” kata Sanchez kepada parlemen.
Beberapa sumber menyebut bahwa awal bulan ini pemerintah Spanyol tengah menyiapkan serangkaian tindakan baru untuk menyokong perusahaan.
Perekonomian Spanyol yang bergantung pada pariwisata menyusut 11% pada 2020 dan mendorong pengangguran hingga 15,5%.
Spanyol telah menjadi salah satu negara yang paling dilanda pandemi dengan lebih dari 3 juta kasus dan lebih dari 68.000 kematian. Pada Selasa (23/2/2021), kasus virus corona turun di bawah 250 kasus per 100.000 orang. Ini pertama kalinya terjadi dalam dua bulan terakhir.
