Nasional & Internasional

Wuih, Pria Ini Membeli 46 Jet Tempur F/A-18 Hornet Australia Lengkap dengan Senjatanya

  • Washington-Ini benar-benar-benar spektakuler dan belum pernah terjadi sebelumnya. Seseorang yang bernama Don Kirlin akan membeli 46 jet tempur F/A-18 Hornet...
AZ

AZ

Author

Wuih, Pria Ini Membeli 46 Jet Tempur F/A-18 Hornet Australia Lengkap dengan Senjatanya

Washington-Ini benar-benar-benar spektakuler dan belum pernah terjadi sebelumnya. Seseorang yang bernama Don Kirlin akan membeli 46 jet tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Australia. Ini akan menjadikannya sebagai pemilik Angkatan Udara swasta terbesar dan tercanggih di dunia.

Jumlah yang dibeli Kirlin bahkan mengalahkan Kanada. Sebelumnya Kanada juga membeli 25 jet tempur Hornet bekas Australia.

Yang lebih hebat lagi, meski dibeli pribadi, jet-jet tempur tersebut akan dijual dalam kondisi persis seperti ketika dia saat terbang.

Itu artinya berbagai sistem teknologi seperti pod jamming dan penargetan tidak akan dilepas. Bahkan meriam di pesawat pun juga tidak akan diotak-atik.

Don Kirlin dikenal sebagai pengusaha yang telah bekerja di bidang penerbangan, sektor real estate dan mendirikan pertemuan skydiving terbesar di dunia. Dia juga membangun angkatan udara pribadi yang dinamai sebagai Air USA.

Dia sendiri mengaku sulit untuk percaya bisa dilakukan.  Don Kirlin mengimpor jet militer asing pertamanya, dan L-39 Albatross, pada tahun 1994, awalnya dia dibuat bingung dan hampir putus asa karena begitu banyak aturan yang sangat kompleks dan berbelit-belit untuk bisa mendapatkan pesawat militer.

Namun seiring waktu akhirnya prosesnya bisa lebih mudah dan dia sudah memahami apa yang harus dilakukan. Sejak itu, ia dia telah membeli puluhan jet tempur. Dia juga sempat mengejutkan dengan bisa membeli 10 jet tempur MiG-29. Sebuah petarung yang dibangun Soviet di era Perang Dingin. Dia adalah pemilik pribadi pertama dari salah satu jet ini di Amerika Serikat.

Dia sekarang memegang delapan lisensi dengan Biro Tembakau Alkohol dan Senjata Api atau Bureau of Alcohol Tobacco and Firearms (ATF) Amerika yang memungkinkannya untuk memiliki senapan mesin dan meriam militer, serta ribuan amunisi untuk menembakkannya.

Pada awal tahun 2000-an, ia bergabung dengan Airborne Tactical Advantage Company (ATAC), yang memiliki kontrak mereka dengan Angkatan Laut untuk memasok target jet cepat dan pod peperangan elektronik yang bisa meniru segala sesuatu mulai dari rudal jelajah musuh hingga jet tempur.

Kini dia memasuki pembelian pesawat tempur pribadi paling spektakuler sepanjang masa dengan mengakuisi semua F/A-18A/B Angkatan Udara Australia yang tersisa. Kanada sebelumnya membeli 25 pesawat tersebut.

Sebagaimana dilaporkan War Zone Jumat 10 April 2020, Air USA dijadwalkan untuk menerima, total 46, dimana 36 pesawat masih terbang hari ini dan akan digantikan oleh F-35A Joint Strike Fighter. Pesawat-pesawat ini akan benar-benar pensiun pada akhir tahun 2021.

Meskipun ketentuan kesepakatan belum diungkapkan, pembelian tersebut termasuk semua persediaan suku cadang dan alat uji F / A-18 milik Australia. Untuk suku cadang dan alat uji saja yang menurut Kirlin bernilai lebih dari US$1 miliar.

Bagian-bagian itu akan sangat berharga karena Air USA berencana menjadikan semua pesawat yang diterimanya kembali ke dalam layanan — bukan hanya 36 pesawat yang dapat diterbangkan hari ini, tetapi 10 lainnya yang tidak lagi terbang pun akan diperbaiki.

Pesawat-pesawat ini akan digunakan untuk memenuhi kontrak dengan Pentagon guna menyediakan jet tempur untuk peran aggressor, atau meniru peran musuh guna melatih pilot tempur Amerika.

Ini akan memungkinkan Air USA  mengoperasikan setidaknya tiga skuadron lengkap dari pesawat tempur generasi ke-4 tersebut. Kirlin akan menempatkan ke pangkalan-pangkalan utama di sekitar Amerika Serikat di mana mereka akan membantu melatih pilot Amerika dalam taktik tempur.

Hornet Australia bukan pesawat yang telah usang meski sudah tua. Angkatan Udara Australia telah menghabiskan banyak uang untuk menjaga armada jet tempur tersebut agar tetap relevan sampai penggantian tiba.

Salah satu kemampuan paling penting yang datang adalah pod peperangan elektronik Elta EL-L / 8222 Israel yang dibangun dengan lisensi di Amerika dan diberi nama L3 Harris Advanced Capability.  Pod ini memiliki standar dunia dalam sistem jamming dan digunakan pada armada agresor Pentagon sendiri, serta oleh pesawat garis depan sejumlah negara.

Semua Hornet Air USA juga akan memiliki radar AN / APG-73  yang juga digunakan pada F / A-18C / D dan F / A-18E / F Super Hornet awal.

Kirlin mengatakan bahwa radar dan pod peperangan elektronik terintegrasi sedemikian rupa sehingga pesawat dapat secara bersamaan melakukan jamming dan menembak target musuh, yang menurutnya tidak ada di tempat lain di pasar aggressor dan sangat penting untuk meniru ancaman jet tempur asing yang lebih canggih.

Jet juga akan datang dengan pod penargetan canggih Northrop Grumman AN / AAQ-28 LITENING yang sangat mampu di bidang penargetan udara ke darat dan pengintaian non-tradisional, serta untuk mengidentifikasi pesawat secara positif secara visual dalam jarak jauh.

Secara keseluruhan, Kirlin mengatakan Hornet Australia sedang diimpor dengan konfigurasi yang sama persis seperti saat mereka terbang hari ini.  Tidak ada yang dihapus, bahkan sistem Link 16 dan internal meriam Vulcan M61 20mm.

Kirlin menyebut kondisi Hornet Australia dalam kondisi luar biasa dan menunjukkan sedikit tanda-tanda korosi. Hal ini kemungkinan akibat lingkungan operasi mereka yang sering di wilayah panas dan kering, berbeda dengan milik US Navy yang banyak beroperasi di kapal induk dengan lingkungan yang keras.