Waspada Penipuan KUR, BRI Ingatkan Jangan Klik Link Asal
- BRI ingatkan masyarakat waspada penipuan KUR lewat link palsu. Jangan bagikan PIN, password, dan OTP demi keamanan data.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya penipuan berkedok Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang beredar lewat tautan tidak resmi dan media sosial.
BRI menegaskan, informasi tersebut bukan berasal dari layanan resmi dan tidak memiliki keterkaitan dengan operasional perseroan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui kanal resmi. “Pengajuan KUR BRI dapat diakses melalui kantor cabang, unit kerja, maupun agen resmi, dan tidak dipungut biaya apa pun di awal,” ujarnya.
Ia juga menekankan BRI tidak pernah meminta data sensitif seperti PIN, password, atau kode OTP dalam kondisi apa pun.
Masyarakat Diminta Lebih Waspada
BRI mengimbau masyarakat untuk:
- tidak mengklik tautan tidak resmi
- tidak membagikan data pribadi
- mewaspadai penawaran pencairan cepat dengan syarat tidak wajar
Verifikasi informasi dapat dilakukan melalui kanal resmi seperti situs dan akun media sosial BRI.
BRI terus meningkatkan edukasi literasi keuangan serta kewaspadaan terhadap kejahatan digital. Bank juga berkoordinasi dengan otoritas untuk menindaklanjuti penyalahgunaan nama perusahaan.
Langkah ini menjadi bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Penipuan Digital Makin Canggih, Nasabah Jadi Target
Kasus ini mencerminkan tren penipuan digital yang semakin berkembang, terutama dengan memanfaatkan nama institusi besar untuk meningkatkan kepercayaan korban.
Bagi masyarakat, risiko tidak hanya pada kehilangan dana, tetapi juga kebocoran data pribadi yang bisa disalahgunakan lebih lanjut. Modus seperti tautan palsu atau penawaran cepat sering memanfaatkan kebutuhan mendesak, terutama di segmen pelaku usaha kecil.
Di sisi lain, bagi perbankan, peningkatan literasi dan keamanan menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan nasabah. Semakin tinggi adopsi layanan digital, semakin besar pula potensi risiko yang harus diantisipasi.
Insight
BRI mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam mengakses informasi terkait KUR. Di tengah maraknya penipuan digital, menjaga data pribadi menjadi langkah paling dasar untuk menghindari kerugian finansial.

Chrisna Chanis Cara
Editor
