Walau Cetak Rekor IPO, Penggalangan Dana 2022 BEI Turun Dibandingkan Tahun Lalu
- Per 28 Oktober 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana sebesar Rp266,41 triliun melalui 224 aktivitas penawaran umum.

Idham Nur Indrajaya
Author


JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak rekor jumlah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) terbanyak sejak tahun 1992.
Kendati demikian, seiring dengan pencapaian tersebut, nilai penggalangan dana pasar modal justru mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu.
Per 28 Oktober 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana sebesar Rp266,41 triliun melalui 224 aktivitas penawaran umum.
Aktivitas penggalangan dana tersebut terdiri dari 123 Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), 44 Penawaran Umum Terbatas (PUT), dan 59 Penawaran Umum Perdana Saham.
- Rekomendasi Serial TV yang Jadi Trending di Google Selama 2022
- Rejeki Tahun Baru, Pedagang Kembang Api Raup Untung Jutaan Rupiah
- Dunia Berduka, Paus Benediktus XVI Meninggal pada Usia 95 Tahun
Angka Rp266,41 triliun yang disebutkan di atas menurun 26,6% jika dibandingkan penghimpunan dana yang tercatat tahun lalu, yakni Rp363,29 triliun dari 194 aktivitas penawaran umum.
Sementara penghimpunan dana pasar modal menurun pada tahun 2022, jumlah IPO di tahun ini justru mencetak rekor tertinggi.
Pada tahun 2022, tercatat ada 59 perusahaan yang melakukan IPO, dan jumlah ini pun menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN dalam kurun lima tahun terakhir.
Dari 59 IPO yang berlangsung tahun ini, tercatat penghimpunan dana sebesar Rp33,06 triliun.
"59 perusahaan tercatat sepanjang 2022 atau merupakan jumlah IPO tertinggi sejak swastanisasi BEI di tahun 1992," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2022, Jumat, 30 Desember 2022.
Sementara itu, pada tahun 2021, tercatat ada 54 perusahaan yang melakukan IPO dengan nilai Rp62,61 triliun.
- Kaleidoskop BUMN 2022: Bersih-Bersih 'Zombie' hingga Transformasi BUMN
- Cocok Buat Healing! Kereta Panoramic Pertama di Indonesia Beroperasi, Cek Harga dan Jadwalnya
- Cara Buat 2022 Recap Reels di Instagram
Walaupun nilai penghimpunan dana pasar modal tahun ini merosot jika dibanding tahun lalu, namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona positif pada 2022.
Pada penutupan perdagangan tahun 2022, IHSG tercatat di posisi 6.850,62, naik 4,09% dari 6.581,48 pada 30 Desember 2021.
Peningkatan IHSG tersebut pun diikuti oleh kapitalisasi pasar yang bertumbuh ke angka Rp9,5 kuadriliun dari Rp8,25 kuadriliun pada 30 Desember 2021.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pun naik 10% ke angka Rp14,7 triliun dari Rp13,4 triliun pada akhir tahun 2021.
Frekuensi transaksi harian juga mencapai 1,31 juta kali transaksi di tahun ini, naik 1,1% dibandingkan akhir tahun 2021.

Yosi Winosa
Editor
