Energi

Wacana Pertamina Hapus Pertalite Dinilai Tak Realistis

  • Usulan PT Pertamina (Persero) untuk melakukan penghapusan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau Pertalite dinilai tidak realistis.
Wacana Penghapusan Pertalite - Panji 2.jpg
Nampak pelanggan tengah melakukan pengisian bahan bakar pertalite di sebuah SPBU di kawasan Jakarta Pusat, Kamis 30 Desember 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Usulan PT Pertamina (Persero) untuk menghapus bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau Pertalite dinilai tidak realistis.

Hal ini diungkap oleh Ekonom energi UGM, Fahmy Radhi yang mengatakan bahwa, di tengah atensi politik saat ini yang memanas langkah Pertamina mengusulkan penghapusan Pertalite hanya akan menimbulkan kegaduhan.

"Kalau  itu baru sebatas wacana sah-sah saja bukan menjadi suatu keputusan yang berarti sebenarnya. Tapi yang perlu menjadi catatan kalau misalnya kebijakan diputuskan sekarang sangat tepat apalagi di tahun politik," katanya kepada TrenAsia.com pada Senin, 4 September 2023.

Pasalnya menurut Fahmy, jika menghapus Pertalite sama saja memaksa masyarakat untuk beralih di mana masih ada gap harga antar BBM subsidi dan nonsubsidi tersebut. Serta akan menurunkan daya beli masyarakat yang belum pulih setelah pandemi COVID-19.

Tak main-main selain memaksa masyarakat, Fahmy mewanti-wanti bahkan penghapusan ini akan berpengaruh pada naiknya inflasi yang dijaga pemerintah selama ini.

Menurut Fahmy, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan dengan gegabah memutuskan usulan Pertamina tersebut untuk saat ini dan lepas 2024. Efek domino baik sosial, ekonomi dan atensi politik ikut dipertaruhkan saat ini.

Dosen UGM ini mengamati pola dua presiden Indonesia yang telah menjabat dua periode. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Di mana pada periode kedua mereka tidak pernah menaikkan harga BBM Subsidi hingga tarif listrik apalagi menghapusnya.

Catatan untuk Pertamina

Bahkan Fahmy menyebut, bola panas yang digulirkan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati kepada publik hanya untuk ajang pencitraan. Seolah-olah Pertamina ikut andil mengatasi isu yang tengah ramai saat ini yaitu polusi Jakarta yang disebabkan oleh kendaraan dengan BBM.

"Saya hafal tabiatnya Nicke itu biasanya untuk merespon sesuatu yang terkait dengan masalah lingkungan atau pencemaran udara yang saat ini sedang ramai tujuannya untuk apa untuk mengamankan dirinya atau pencitraan," lanjutnya

Bahkan Fahmy menyoroti, bagaimana seoang Dirut bisa melangkahi Menteri ESDM Arifin Tasrif yang memiliki wewenang untuk mengatur dari sisi energi.

Sebelumnya Arifin Tasrif menampik tahun depan Pertalite atau BBM Ron 90 akn dihapus. Bahkan Arifin menanyakan sipa yang menggulirkan hal tersebut pasalnya baru sebatas kajian.

"Belum, (pertalite) belum hilang nanti," katanya ketika ditemui di Kementerian ESDM pada Jumat, 1 September 2023

Sementara, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, langsung mengklarifikasinya. Mengatakan jika belum ada keputusan apapun dari pemerintah Semua langkah yang telah diambil hingga saat ini masih sebatas usulan dan belum ada rencana penerapan yang konkret. Proses evaluasi dan perencanaan terus berlangsung, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pihak terkait.

Nicke mengungkapkan kajian ini merupakan bentuk komitmen Pertamina untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam membuat keputusan berkaitan dengan perubahan dalam industri energi.

“Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dilansir siaran pers pertamina, 1 September 2023.