USS Connecticut, Salah Satu Kapal Selam Tercanggih AS Tabrakan di Bawah Air
- USS Connecticut, salah satu kapal selam bertenaga nuklir kelas Seawolf Angkatan Laut Amerika yang dikenal sangat canggih dan rahasia, sedang dalam perjalanan kembali ke pelabuhan setelah mengalami tabrakan bawah air.

Amirudin Zuhri
Author


WASHINGTON-USS Connecticut, salah satu kapal selam bertenaga nuklir kelas Seawolf Angkatan Laut Amerika yang dikenal sangat canggih dan rahasia, sedang dalam perjalanan kembali ke pelabuhan setelah mengalami tabrakan bawah air.
USNI News pertama kali melaporkan kecelakaan yang terjadi pada 2 Oktober 2021 tersebut. Angkatan Laut Amerika tidak mengatakan di mana kapal selam itu berada pada saat tabrakan hanya menyebut di suatu tempat di kawasan Indo-Pasifik. Juga tidak disebutkan objek apa yang ditabrak atau menabraknya.
Angkatan Laut Amerika hanya mengatakan bahwa Connecticut sekarang menuju ke pelabuhan di wilayah tanggung jawab Armada ke-7 Amerika yang mencakup Samudra Pasifik Barat dan sebagian besar Samudra Hindia. Armada ke-7 Amerika memiliki markas besar di Jepang. Namun Military Times melaporkan saat terjadi insiden kapal ada di Laut China Selatan.
Armada Pasifik Amerika dalam siaran pers resminya mengatakan kapal selam menabrak sebuah objek saat menyelam pada 2 Oktober sore ketika beroperasi di perairan internasional di kawasan Indo-Pasifik. Keselamatan awak tetap menjadi prioritas utama Angkatan Laut. Tidak ada cedera yang mengancam jiwa.
- Elon Musk Pindahkan Markas Utamanya Tesla dari California ke Texas, Apa Sebabnya?
- Kurs Dolar Hari Ini: Pasar Menanti Rilis Data Tenaga Kerja AS, Rupiah Terancam Melemah
- IHSG Akhir Pekan Stagnan, UOB Kay Hian Rekomendasikan Saham IRRA dan BBKP
Namun USNI News dalam laporan setelahnya melaporkan bahwa 11 pelaut menderita luka ringan hingga sedang dalam kecelakaan itu. Sementara Military Times secara terpisah melaporkan bahwa seorang pejabat Amerika menggambarkan luka-luka itu sebagai benjolan dan memar.
Adapun apa yang ditabrak kapal selam, detailnya masih terbatas. Pejabat Amerika mengatakan bahwa saat ini tidak ada indikasi bahwa objek itu adalah kapal selam lain. Sementara seorang pejabat yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan topografi daerah itu pada saat itu tidak menunjukkan adanya daratan di depan kapal.
Kapal selam tetap dalam kondisi aman dan stabil. Pembangkit dan ruang propulsi nuklir tidak terpengaruh dan tetap beroperasi penuh. Tingkat kerusakan pada kapal selam sedang dinilai dan Angkatan Laut Amerika belum meminta bantuan. Insiden itu akan diselidiki.
Angkatan Laut pada bulan Mei mengumumkan bahwa Connecticut telah meninggalkan pangkalannya di Pangkalan Angkatan Laut Kitsap-Bremerton di Washington untuk ditempatkan di Pasifik. Kapal selam tersebut diketahui telah melakukan setidaknya dua kunjungan pelabuhan di Jepang. Satu pada bulan Juli dan satu lagi pada bulan Agustus.
Connecticut adalah salah satu dari hanya tiga kapal kelas Seawolf yang pernah dibuat. Kapal yang dirancang pada senja Perang Dingin ini untuk berfungsi sebagai kapal selam serangan tingkat lanjut. Kombinasi pemotongan anggaran pertahanan Amerika setelah runtuhnya Uni Soviet serta meningkatnya biaya program itu sendiri membuat Angkatan Laut membatalkan rencananya untuk mengakuisisi 29 kapal selam. Pada tahun 1983, perkiraan biaya satu unit dipatok pada US$3,1 miliar atau sekitar US$8,5 miliar dengan nilai uang sekarang. Angka ini menjadikannya kapal selam serang paling mahal yang pernah dirancang.
- Siap-Siap, 8 Perusahaan Properti Bakal Ditendang dari Bursa, ada Plaza Indonesia Realty Milik Mertua Syahrini
- Bye-Bye! Disetujui RUPSLB, Bentoel Resmi Cabut dari Bursa Efek Indonesia
- Kenapa Mp3 Juice menjadi Downloader Mp3 Paling Baik?
Connecticut, bersama dengan saudaranya USS Seawolf dan USS Jimmy Carter sangat terkenal karena kemampuan mereka untuk berlayar tenang dalam waktu lama di bawah es di Kutub Utara. Diyakini sangat terlibat dalam operasi pengumpulan intelijen. Jimmy Carter sendiri adalah satu-satunya kapal dari subkelas yang berbeda, dengan kapal selam lebih panjang (30 meter) yang bersama dengan modifikasi lainnya memberikan kemampuan tambahan untuk melakukan operasi spionase bawah air.
Mengingat ukuran kecil armada Seawolf dan sifat desain yang sudah mahal, Angkatan Laut Amerika mungkin akan mempertimbangkan tagihan perbaikan yang sangat besar untuk kapal yang mengalami kecelakan tersebut. Tetapi semua tergantung pada tingkat kerusakan Connecticut. Yang pasti karena jumlahnya terbatas, tidak akan ada donor lambung untuk Connecticut.
Kapal selam yang menabrak benda-benda saat tenggelam beberapa kali terjadi. Pada Februari 2021 ini, kapal selam Soryu Jepang menabrak kapal kargo saat muncul ke permukaan di Samudra Pasifik. Pada tahun 2016, kapal selam serangan nuklir kelas Astute Angkatan Laut Inggris, HMS Ambush juga mengalami tabrakan bawah air dengan sebuah kapal tanker komersial di lepas pantai Gibraltar.
Angkatan Laut Amerika juga tidak asing dengan kecelakaan semacam ini, dengan USS San Francisco yang menderita kerusakan parah pada haluannya setelah menabrak gunung bawah laut pada tahun 2005.

Amirudin Zuhri
Editor
