Usai Dituduh Trump, FDA Sanggup Percepat COVID-19
- WASHINGTON- Kepala Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan atau Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat bersedia mempercepat vaksin COVID-19...

AZ
Author
WASHINGTON- Kepala Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan atau Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat bersedia mempercepat vaksin COVID-19 selekas mungkin.
Komisaris FDA, Dr. Stephen Hahn, mengatakan badan tersebut bersedia merestui satu vaksin sebelum uji klinis Tahap Tiga selesai, selama para pejabat yakin bahwa manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya, menurut media tersebut.
Tanpa menyodorkan bukti, Presiden Amerika Donald Trump Sabtu lalu menuding anggota yang disebut deep state (jaringan rahasia di kalangan pejabat) yang bekerja di FDA mempersulit upaya untuk menguji vaksin COVID-19 guna menunda hasilnya sampai setelah pemilu presiden 3 November.
- Kompak Lesu, Yuk Intip Kinerja 3 Emiten Batu Bara LQ45
- Enam Bulan, Daihatsu Catat Market Share 18,4%
- Wow, Ini Dia 6 Inspirasi Desain Taman Minimalis Belakang Rumah nan Nyaman
- BCA Syriah-Rabobank Merger, Ini Yang Dibidik
- Berharap Dapat Rp3,5 Triliun, Lippo Mall Puri Dijual
Sehari kemudian, FDA memberikan otorisasi penggunaan darurat pengobatan COVID-19, yang menggunakan plasma darah dari pasien sembuh.
“Otorisasi penggunaan darurat kami beda halnya dengan persetujuan penuh,” kata Hahn kepada FT, menambahkan bahwa keputusannya bukan karena tekanan politik.
“Ini akan menjadi keputusan data, sains dan medis. Ini bukan keputusan politik,” tegas Hahn, menurut laporan tersebut sebagaimana dilaporkan Reuters Minggu 30 Agustus 2020.
Menurut Hahn, cara paling aman agar vaksin tersedia untuk digunakan sebelum uji klinis Tahap Tiga selesai, yang akan melibatkan ribuan pasien dan membutuhkan waktu bertahun-tahun, adalah dengan mengeluarkan otorisasi darurat agar digunakan oleh kelompok tertentu daripada menunggu persetujuan penuh, FT melaporkan.
