Ukraina Kembali Digempur, Ledakan Guncang 2 Pangkalan Bomber Rusia
- KYIV-Gelombang serangan rudal kembali menghantam sejumlah kota di Ukraina Senin 5 Desember 2022. Tetapi dalam hari yang sama dua pangkalan bomber Rusia diguncan

Amirudin Zuhri
Author


KYIV-Gelombang serangan rudal kembali menghantam sejumlah kota di Ukraina Senin 5 Desember 2022. Tetapi dalam hari yang sama dua pangkalan bomber Rusia diguncang ledakan besar.
Rentetan rudal yang telah telah diperkirakan otoritas Ukraina selama berhari-hari sebelumnya adalah putaran terakhir upaya Rusia untuk menonaktifkan pasokan energi dan infrastruktur Ukraina saat musim dingin mendekat.
Sejumlah ledakan terjadi di beberapa bagian negara di selatan Kyiv, termasuk Cherkasy, Kryvyi Rih dan Odesa. Serangan mengakibatkan listrik padam dan meninggalkan kota tanpa pasokan air
Sementara di Zaporizhzhia rudal Rusia menghantam sejumlah bangunan mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Di ibu kota Kyiv banyak orang dengan cepat berlindung di stasiun metro Zoloti Vorota .
- Pengamat Ungkap Dampak Kepemimpinan Erick Thohir untuk Transformasi Energi dalam Negeri
- Top! Utang Garuda Indonesia Susut 50 Persen
- Pangkas Impor, Menteri ESDM Dorong SKK Migas Percepat Target 1 Juta Barel
Juru bicara angkatan udara Ukraina Yuriy Ihnat mengatakan rudal berbasis darat diluncurkan dari Rusia selatan. “Selain itu rudal juga ditembakkan dari kapal di Laut Kaspia dan Laut Hitam. Pembom strategis Rusia juga ikut meluncurkan rudal,” katanya.
Angkatan udara Ukraina mengatakan telah menembak jatuh 60 rudal lebih sekitar 70 rudal yang diluncurkan oleh Rusia pada serangan ini. Ihnat memperingatkan Rusia dapat menyerang dalam beberapa gelombang untuk mempersulit pertahanan udara Ukraina untuk menembak jatuh rudal.
Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan sistem listrik nasional negara itu tetap berfungsi dan utuh setelah gelombang serangan rudal Rusia. Dia mengakui fasilitas energi di tiga wilayah Ukraina Kyiv, Vinnytsia dan Odesa memang terkena serangan. Dan beberapa daerah menghadapi pemadaman darurat untuk "menyeimbangkan sistem.
Sedangkan Gubernur wilayah Kyiv Oleksiy Kuleba mengatakan bahwa beberapa infrastruktur wilayah itu telah terkena rudal Rusia. “40% wilayah tersebut tanpa listrik, namun tidak ada konsekuensi kritis,” kataya.
Pangkalan bomber diserang
Sementara itu media Rusia Ria Novosti melaporkan dua pangkalan udara di Rusia dihantam ledakan. Salah satu ledakan terjadi di Pangkalan Udara Dyagilevo di kota Ryazan. Sekitar 250 km dari Moskow dan 450 km dari perbatasan Ukraina. Citra satelit yang diterbitkan imagesat international menunjukkan pembom Tu-22M3 Backfire yang rusak di pangkalan tersebut.
Gambar yang muncul di media sosial juga menunjukkan satu Tu-22M3 rusak parah. Selain pembom, sebuah truk juga rusak. Foto juga menunjukkan rudal KH-22 terpasang di sebuah pembom.
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan tiga personel militernya meninggal dalam apa yang mereka katakana sebagai serangan pesawat tak berawak ukraina di pangkalan tersebut. Sementara dua pesawat rusak ringan dan empat orang terluka.
Rusia juga mengklaim ukraina menggunakan kendaraan udara tak berawak bertenaga jet buatan Soviet untuk serangan tersebut. Meski mereka mengatakan bisa mencegat drone tersebut, terbukti serangan mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa. Kemungkinan drone yang dimaksud Rusia adalah Tu-141. Sebuah drone bermesin jet yang dibangun pada era Soviet.
“Namun terlepas dari serangan itu, Rusia telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer dan energi ukraina pada hari senin,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.
- Pesawat Orion NASA Memecahkan Rekor Penerbangan Terjauh dari Bumi
- 6 Bank Digital Pemilik Aset Terbesar di Indonesia pada 2022
- Trik Rahasia Sembunyikan Chat di WhatsApp Tanpa Takut Ketahuan, Ini Caranya
Ledakan lain terjadi di Pangkalan Engels-2, pihak berwenang yang menampung pembom strategis Tu-95 dan Tu-160. Gubernur wilayah Saratov Roman Busargin mengatakan tidak ada kerusakan pada fasilitas sipil.
Tingkat kerusakan yang disebabkan oleh ledakan di engels belum dapat dipastikan. Ada laporan dari media Rusia bahwa dua pembom strategis Tu-MS Bear-H rusak dan dua orang terluka.
Pangkalan udara Engels yang terletak sekitar 700 km dari perbatasan Ukrana menampung pembom strategis Tu-95 dan Tu-160. Citra satelit sebelumnya menunjukkan adanya kesibukan tingkat tinggi di tempat tersebut. Sekitar 20 bomber Tu-95 dan Tu-160 terlihat diparkir di sekitar landasan pacu. Selain itu juga terlihat beberapa pesawat kargo. Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran.
Jika terkonfirmasi bahwa Ukraina berada di balik ledakan tersebut, ini akan menjadi perkembangan yang sangat signifikan. Sejauh ini sebagian besar serangan Ukraina terhadap pangkalan udara Rusia telah terbatas pada lokasi yang lebih dekat ke perbatasan Ukraina. Seperti di krimea yang jauh lebih mudah dijangkau dengan improvisasi drone 'kamikaze' atau rudal balistik jarak pendek. Jika serangan terhadap pangkalan udara Rusia yang lebih jauh tampaknya melibatkan tim sabotase.
Putin kunjungi Jembatan Kerch
Sementara itu pada hari Senin Vladimir Putin telah mengunjungi jembatan Krimea yang terkena serangan bom truk pada bulan Oktober. Menggunakna mobil Presiden Rusia melintasi Jembatan Kerch yang menghubungkan Krimea ke daratan Rusia. Dia juga berbicara dengan para pekerja dan mendiskusikan perbaikan dengan pejabat senior pemerintah yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Jembatan ini mengalami kerusakan parah setelah ledakan pada 8 Oktober. Putin menuduh pasukan khusus Ukraina melakukan serangan di jembatan, yang terjadi sehari setelah ulang tahunnya yang ke-70. Ledakan menghancurkan satu bagian jembatan jalan yang menghentikan sementara lalu lintas melintasi Selat Kerch.
Setelah ledakan itu, Rusia kemudian melakukan serangkaian serangan rudal mematikan yang menargetkan kota-kota Ukraina sebagai pembalasan.
Perjalanan Putin melintasi jembatan di atas Selat Kerch menjadi tanda penting bahwa Rusia mampu memperbaiki jembatan itu dengan cepat.
