Tren Global

Trump Warning Iran: Waktumu Hampir Habis

  • Trump mengatakan bahwa armada besar sedang bergerak cepat, dengan kekuatan, antusiasme, dan tujuan yang besar. Yakni menuju Iran
abraham lincoln csg.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menebar ancaman kepada Iran dengan memperingatkan waktu hampir habis untuk menegosiasikan kesepakatan tentang program nuklirnya. Peringatan dikeluarkan di tengah peningkatan kekuatan militer Amerika  di Teluk.

Trump mengatakan bahwa armada besar sedang bergerak cepat, dengan kekuatan, antusiasme, dan tujuan yang besar. Yakni  menuju Iran. Trump  merujuk pada armada angkatan laut AS yang besar.

Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan angkatan bersenjata negara itu siap dengan jari di pelatuk untuk segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi melalui darat atau laut.

Iran bersikeras bahwa program nuklirnya sepenuhnya damai, dan telah berulang kali membantah tuduhan dari AS dan sekutunya bahwa mereka berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Peringatan terbaru Trump ini menyusul janjinya bahwa Washington akan turun tangan untuk membantu mereka yang terlibat dalam penindakan brutal terhadap demonstrasi di negara itu awal bulan ini.

Komentar terbaru Trump tentang Iran tampaknya lebih berfokus pada program nuklir negara tersebut. Di Truth Social pada Kamis 29 Januari 2026 menulis: “Semoga Iran segera 'Duduk di Meja Perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara . TANPA SENJATA NUKLIR.

Dia mengatakan bahwa kekuatan angkatan laut di Teluk lebih besar daripada yang dia kirim ke Venezuela. Sebelum pasukan AS menangkap mantan pemimpin negara itu, Nicolás Maduro.

Pasukan ini siap bersedia dan mampu untuk dengan cepat memenuhi misinya dengan kecepatan dan jika perlu dengan kekerasan.

Secara keseluruhan, Angkatan Laut kini memiliki 10 kapal perang di wilayah tanggung jawab komando sentral. Destroyer kelas Arleigh Burke  USS Delbert D. Black baru saja bergabung dengan pasukan tersebut.  Sebagai perbandingan ada 12 kapal perang di Karibia.

Menanggapi peringatan terbaru Trump, Araghchi mengatakan "Iran selalu menyambut baik kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan,  adil, dan setara  atas dasar kesetaraan. Selain itu bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi  yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai  dan menjamin tidak ada senjata nuklir.”

Sementara Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa saat ini tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS.

Penumpukan Kekuatan

Peta Timur Tengah di atas yang dibuat BBC menunjukkan penempatan militer AS baru-baru ini di sekitar Iran di Teluk Persia. Peta menunjukkan bahwa di Yordania jet tempur ditempatkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti. Di Bahrain, kapal perusak dan kapal perang berada di Pelabuhan Khalifa Bin Salman. Di Qatar, sistem pertahanan udara baru telah dipasang di Pangkalan Udara Al-Udeid, dan di Samudra Hindia, bergerak sebuah armada dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln.

Citra satelit juga menunjukkan bahwa setidaknya 15 jet tempur tiba di Pangkalan Angkatan Udara Muwaffaq di Yordania. Jumlah pesawat yang tiba di pangkalan di Yordania, Qatar, dan Diego Garcia di Samudra Hindia juga meningkat.

puluhan pesawat kargo dan pesawat pengisian bahan bakar juga tiba di Timur Tengah, sementara drone dan pesawat mata-mata P-8 Poseidon US Navy juga telah terlihat di situs pelacakan FlightRadar24 beroperasi di dekat wilayah udara Iran.

sebuah pesawat pengintai elektronik RC-135V Rivet Joint Angkatan Udara AS juga telah terbang ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Selain itu tampaknya enam jet perang elektronik E/A-18G Growler Angkatan Laut Amerika telah meninggalkan penugasan mereka di Karibia dan menuju ke timur melintasi Atlantik. Kemungkinan untuk dikerahkan ke Timur Tengah.

Pesawat EA-18G di Timur Tengah akan menjadi pengganda kekuatan yang sangat penting Pengerahan semacam itu dapat mengindikasikan apa yang akan terlihat menjelang operasi kinetik yang berpusat pada serangan terhadap target di daerah pedalaman. Seperti yang mungkin dilakukan Amerika dan mungkin Israel di Iran di masa mendatang.